Sabtu, 25 September 21

Target 30%, Gerindra Tak Pilih Calon ‘Penghianat’ di Pilkada

Target 30%, Gerindra Tak Pilih Calon ‘Penghianat’ di Pilkada

Semarang, Obsessionnews – Kekecewaan Partai Gerindra terhadap beberapa Kepala Daerah pilihannya yang membelot, lagaknya masih terasa hingga saat ini. Loyalitas dan komitmen kepada Partai menjadi syarat utama bagi partai untuk memilih kandidat dalam Pilkada serentak mendatang. Hal ini disampaikan Sekretaris DPRD Jawa Tengah Fraksi Gerindra, Sriyanto saat dihubungi, Sabtu (21/6/2015).

“Karena pak Prabowo sangat sering dikhianati calon yang sudah diusung bahkan dibiayai dalam pilkada-pilkada sebelumnya, justru setelah jadi malah berkhianat. Maka sebuah komitmen untuk perjuangan partai yang bagi kami sangat penting,” terangnya.

Memang, sebelumnya partai berlambang burung garuda merah itu harus menenggak pil pahit dengan keluarnya Basuki Thajaja Purnama selaku Gubernru DKI Jakarta. Belum lagi pemutusan sepihak sewaktu Pemilu membuat Partai Gerindra semakin tertohok.

Meski begitu, di Jawa Tengah, Sriyanto menegaskan tidak terpengaruh dengan adanya koalisi KIH dan KMP seperti terjadi pada pimpinan pusat. Malahan, pihaknya tengah menjalin komunikasi intens dengan beberapa partai politik lain agar dapat mengajukan calon Kepala Daerah. Menurutnya, Partai Gerindra sadar akan peluang di Jawa Tengah yang kurang berpihak.

“Beberapa daerah sudah ada yang mengerucut. Seperti Sragen itu sudah hampir final. Bisa dikatakan 99% dan sudah punya calon serta koalisi,” ujarnya.

Target 30 Persen 
Selain persiapan calon, Partai Gerindra juga melakukan pemetaan di 21 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Meski begitu, Sriyanto belum bisa menyebutkan daerah mana saja yang diprediksi akan diperkuat karena terkait strategi pemenangan.

“Kami dari DPP ditarget 30% dari 21 kabupaten/kota, berarti sekitar 7 kabupaten/kota, kami harus optimis menang. Tetapi kami optimis bisa melebihi angka 7 itu,” ucapnya.

Kader internal masih menjadi prioritas utama bagi partai Gerindra. Namun dia menjelaskan partai tetap terbuka untuk berkoalisi karena dirinya sadar, Partai besutan Prabowo tersebut masih berumur 7 tahun.

“Tentunya masih banyak kader-kader yang ada pada belum siap. Misalnya dari sisi kapasitas siap tapi dari sisi lain seperti finansial belum siap,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.