Minggu, 28 November 21

Tapak Tilas Pemekaran Aceh Leuser Mulai Terkoyak

Tapak Tilas Pemekaran Aceh Leuser Mulai Terkoyak

Perjuangan Pemekaran Provinsi Baru, Aceh Leuser: Halusinasi, Tokoh dan Kenyataan
(Tapak Tilas Pemekaran Provinsi yang Mulai Terkoyak)

Oleh: Maha Putra SPd

ALA sudah terbentuk sebelum ayam berkokok Pagi. Kiasan bahasa tersebut merupakan api semangat yang di lontarkan oleh Dr Rahmat Salam MSi selaku Ketua Harian Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) tahun 2006 di Gedung Olah Seni (GOS), Takengon, Aceh Tengah pada Kongres Masyarakat ALA.

Perjuangan pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) sudah digencarkan mulai tahun 1999 dengan puncak perjuangan dimulai pada tahun 2004 dengan alasan bahwa keadaan aceh selalu dalam keadaan tidak kondusif, perbedaan kultur budaya antara pesisir Timur, barat dan tengah Aceh jauh berbeda. Jauhnya jarak rentan kendali antara pemerintahan provinsi dan pemerintah daera, tidak adanya pemerantaan pembangunan dan kuatnya ritme kesukuan sehingga tokoh-tokoh wilayah tengah tenggara tidak dapat masuk dalam roda penggerak pemerintahan Aceh.

Penggerak pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara merupakan tokoh – tokoh yang terdiri dari 5 kabupaten (Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah dan Bener Meriah) baik yang menduduki struktural pemerintahan, tokoh politik maupun tokoh adat. Untuk menyamakan gerak perjuangan maka dibentuklah Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA), untuk pengurus di Jakarta disebut KP3ALA Pusat yang bertugas mengurusi persiapan usulan pembentukan di tingkat DPR-RI, Menteri dan Presiden maka ditetapkan Dr Rahmat Salam MSi sebagai ketua pengurus harian dan Ketua Umum KP3 ALA, Prof Dr Baihaki AK, sedangkan di daerah disebut KP3ALA Kabupaten yang pada saat ini redup keberadaannya.

Pada saat H Armen Desky Menjabat Sebagai bupati Aceh tenggara periode 2002 – 2007 perjuangan pembentukan provinsi ALA sangat menggebu – gebu seakan bahwa esok hari provinsi ALA sudah terbentuk. Namun hingga saat H Armen Desky tidak menjabat lagi perjuangan itu redup bahkan tokoh Aceh Tenggara ini malah tersandung kasus korupsi pasca dilaporkan oleh Irwandi Yusuf (Mantan Gubernur Aceh) telah melakukan penggelapan dana APBD Aceh Tenggara, Bung Armen terindikasi menyebabkan kerugian Negara mencapai 26,9 M sehingga hakim memponis kurungan selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, Bung Armen juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian korupsi sebesar Rp 2,1 miliar.

Di sisi lain, Bung Armen selalu mengungkapkan bahwa penangkapannya bukanlah karena proses murni penggelapan dana mengingat dana yang dikeluarkan untuk kepentingan kestabilan keamanan Aceh Tenggara pada saat itu dan bantuan sosial bagi masyarakat Aceh Tenggara, proses penangkapannya dilakukan untuk melemahkan perjuangan pembentukan provinsi ALA tukasnya dibeberapa media, berdasarkan besarnya pengeluaran dana tersebut tidak tertutup kemungkinan bahwa sebagian besar dana digunakan untuk pendanaan pembentukan Prov ALA yang hingga kini tak kunjung terbentuk.

Perjuangan tokoh-tokoh ini seakan hanya mimpi – mimpi yang tak pernah kunjung tercapai mengingat rentannya kepengurusan KP3ALA Pusat terhadap lobi-lobi politik dan kekuasaan seperti yang pernah terjadi pada tahun 2008 yaitu pembiasaan aksi kepala desa di gedung Mendagri oleh Ketua Humas KP3ALA HM Iwan Gayo untuk mengetuai KP2DT Aceh, tidak sedikit uang rakyat untuk pembiayaan keberangkatan Kepala Desa yang harus di tanggung rakyat, kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh persiapan pembentukan Prov ALA harus dipertanggung jawabkan oleh pengurus KP3ALA selama 12 tahun terakhir termasuk lambannya pembangunan kabupaten Aceh Tenggara pada masa kepemimpinan H Armen Desky yang terindikasi sebagai dana yang di korupsi. [#]

*) Maha Putra SPd – Tokoh Pemuda Aceh Tenggara, Maha Putra, S.Pd – Lulusan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) FKIP Kimia, saat ini sedang menyelesaikan Program Magister di Perguruan Tinggi Medan. Tokoh Pemuda Aceh Tenggara dan Mantan Ketua Paguyuban Mahasiswa Aceh Tenggara di Banda Aceh, Ikatan Pemuda Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT), kini tinggal di Badar, Aceh Tenggara.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.