Minggu, 25 September 22

Tanpa Al-Qur’an

Tanpa Al-Qur’an

Oleh: Ustaz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Benar-benar sedih saat kita mendapati ayat-ayat yang sudah kita hafalkan lalu hilang seolah tak pernah menghampiri hati. Mencelos hati rasanya, lalu berpikir apa dosa yang jadi penyebab lupa.

Sebab jiwa tanpa Al-Quran disifati Rasulullah sebagai rumah bobrok. Rumah tanpa bacaan Al-Qur’an seperti layaknya kuburan. Dikhawatirkan penghuninya sama dengan mayat yang sudah tak mampu mengaji.

Adapun hafalan Al-Quran cepat sekali lepasnya, lebih cepat dari unta yang tak diikat. Maksiat, kelalaian, bahkan kemalasan menjadi penyebabnya. Ya Rabb, jangan sampai kecintaan pada Al-Qur’an ini yang Engkau cabut.

Sebab tanpa Al-Qur’an, kita takkan paham bagaimana mencintai Allah dan Rasul dengan semestinya. Kita sesat tanpa petunjuk, dimurkai tanpa ampunan. Tanpa Al-Qur’an maka takkan lengkap keimanan kita.

Al-Qur’an adalah penghubung kita dengan Allah, tanda kenangan dari Rasulullah kepada kita, gambaran para sahabat bagi kita. Menghafal Al-Qur’an berarti meneruskan tradisi para penghuni surga.

Ya Allah penuhi jiwa kami dengan ayat-ayat-Mu, dan amal-amal kami agar senantiasa terkait dengannya. Bila tidak juga, mohon hati ini dipenuhi dengan kecintaan pada Al-Qur’an.

Sebab saat kami tak lagi mampu membela diri kami, Al-Qur’anlah yang akan datang membersamai kami. Sebab kebersamaan kami di dunia dengannya jadi penyembuh dan pembela kami di akhirat.

Aamiin Yaa Rabb.

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.