Rabu, 20 Oktober 21

Tangkap Mantan Bos Allianz PMJ Kerja Sama Dengan Interpol

Tangkap Mantan Bos Allianz PMJ Kerja Sama Dengan Interpol
* Gedung asuransi Allianz Life Indonesia (foto: tempo.co)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tersangka kasus dugaan pencairan klaim asuransi Allianz Life Indonesia Joachim Wessling beberapa kali mangkir dalam panggilan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) atas kasus tersebut.

“Kami sudah panggil tersangka sebanyak dua kali tapi tidak hadir. Kami sudah lakukan tahapan itu sesuai KUHAP,” ujar Dirreskrimsus PMJ Kombes Pol Adi Deriyan di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/10/2017).

Tidak hadirnya Joachim atas panggilan pemeriksaan ini karena dikabarkan Mantan Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia itu masih berada di luar negeri. “Tinggal kami tindak lanjuti dengan gunakan mekanisme yang disampaikan tadi, seperti melalui interpol,” kata Adi.

Seperti diketahui, pelaporan terhadap Joachim Wessling dan Yuliana Firmansyah tertera dalam laporan polisi bernomor: LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017 dan LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 18 April 2017.

Kasus bermula ketika klaim yang diajukan oleh pelapor ditolak, padahal semua persyaratan klaim sesuai buku polis sudah terpenuhi dan dokumen klaim lengkap. Sesuai ketentuan, polis sudah diterima Allianz. Tetapi, Allianz menambah persyaratan secara sepihak dengan meminta tambahan ‘surat klarifkasi Allianz’. Yang meminta nasabah untuk memberikan catatan medis lengkap RS, bukan resume medis yang dilegalisir.

Namun, permintaan catatan medis lengkap dokter oleh Allianz ini melanggar hukum. Karena, syarat ‘surat klarifikasi’ tidak tertera di ketentuan buku polis. Yang artinya melanggar pasal 8f UU 8/1999. Apalagi syarat permintaan rekam medis lengkap adalah permintaan yang melanggar hukum. Yaitu melanggar Permenkes No 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Karena hak pasien hanyalah resume medis, di mana ringkasan catatan medis yang umumnya hanya 1-2 halaman.

Sehingga, permintaan rekam medis berupa buku lengkap dokter yang berisi catatan harian selama perawatan yang sangat tebal ini, adalah syarat yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh nasabah. Sehingga, klaim nasabah tidak mungkin dapat dibayarkan.

Karena, ketika nasabah tidak mendapatkan catatan medis lengkap, Allianz akan menyalahkan pihak RS, karena tidak memberikan syarat yang diminta, sehingga Allianz beralasan tidak dapat melanjutkan proses klaim. Hal itu melanggar hukum dan memperlihatkan tidak adanya iktikad baik dari Allianz terhadap nasabahnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.