Jumat, 3 Februari 23

Tangis dan Duka Ekspresi Kegetiran Fans Jerman

Tangis dan Duka Ekspresi Kegetiran Fans Jerman
* Timnas Jerman.

Juara bertahan Jerman secara mengejutkan dan mengenaskan tersingkir dini dari Piala Dunia 2018 menyusul kekalahan 2-0 kontra Korea Selatan, menimbulkan duka mendalam bagi para suporter Die Nationalmannschaft.

Eliminasi memalukan di Rusia merusak kesakralan Jerman di Piala Dunia yang telah bertahan selama 80 tahun. Tersingkirnya Thomas Muller dkk. dari fase grup di Piala Dunia 2018 adalah hal yang lebih dari sekadar mengejutkan.

Terlebih, mereka tersingkir setelah menjadi juara dunia di edisi sebelumnya. Jerman bahkan finis di urutan bontot Grup F yang berisikan Swedia, Meksiko, Korea Selatan, kumpulan negara yang tak punya reputasi secemerlang Jerman. Tragis!

Untuk pertama kalinya dalam 80 tahun terakhir, Jerman tersingkir di babak awal turnamen.

Meski kecewa dengan ketersingkiran Jerman, manajer umum Oliver Bierhoff menyebut Joachim Low akan meneruskan pekerjaannya sebagai pelatih.
Low akan bertahan sebagai pelatih Jerman meski tim yang ia tangani baru saja tersingkir dari Piala Dunia 2018, demikian diyakini manajer umum Oliver Bierhoff.

Jerman selaku juara bertahan secara mengejutkan tereliminasi dan pulang lebih cepat dari Rusia setelah dikalahkan Korea Selatan dengan skor 2-0, Rabu (27/6) malam WIB tadi.

Kekalahan tersebut membuat tim asal Eropa itu finis sebagai juru kunci di Grup F dengan koleksi hanya tiga poin, dan hasil semalam mengulang kenangan buruk Jerman pada edisi 1938 silam yang tidak lolos dari putaran pertama.

“Semua orang merasa sangat kecewa. Nasib sejatinya ada di tangan kami. Ada rasa frustrasi yang luar biasa dan kekecewaan yang teramat sangat,” kata Bierhoff seusai laga.

Menyangkut masa depan Low, mantan penyerang Der Panzer itu menambahkan: “Joachim belum lama ini memperpanjang kontraknya. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menganalisis individu. Saya yakin Joachim akan meneruskan pekerjaannya.

“Pada akhirnya ini memang tidak cukup, kami harus menerima ini.

“Harusnya tidak begini. Namun kalian bisa melihat di pertandingan lain bahwa tim-tim lainnya juga mendapati periode yang sulit. Kami menciptakan banyak kesempatan di turnamen ini,” tegasnya. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.