Sabtu, 4 Desember 21

Tanggapi Kasus La Nyalla, MA Pertimbangan Terbitkan Perma

Tanggapi Kasus La Nyalla, MA Pertimbangan Terbitkan Perma

Jakarta, Obsessionnews – Mahkamah Agung (MA) tidak mempersoalkan kejaksaan yang mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Spinridk) berkali-kali untuk menetapkan Ketua Nonaktif PSSI La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka, asalkan proses hukum dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kita hormati proses hukum asal profesional dan transparan,” ujar Juru Bicara MA Suhadi saat dihubungi Obsessionnews, Kamis (2/6/2016).

Kasus yang menjerat La Nyalla ini baru pertama kali terjadi di Indonesia, sehingga menurut Suhadi belum ada aturan hukum yang melarang penegak hukum menerbitkan Sprindik berkali-kali atau melarang seseorang untuk mengajukan upaya praperadilan lebih dari satu kali.

“Jadi mungkin jalan keluarnya maka harus cepat tingkat penyidikan, penuntutan dan putusan, kalau tidak akan terjadi seperti ini (berulang kali),” jelas Suhadi.

Melihat hal tersebut, MA mempertimbangkan untuk mengeluarkan sebuah aturan yang mengatur soal batasan penerbitan Sprindik dan praperadilan. Peraturan tersebut bisa berupa Peraturan MA (Perma) atau Surat Edaran MA (Sema).

“Karena kalau terjadi kebuntuan biasanya MA keluarkan Perma, sementara ini belum menjadi kajian KA, karena baru awal terjadi Sprindik berulang kali ke depan ada suatu regulasi,” jelas dia.

Selain itu, MA akan juga mengajukan usulan dalam revisi KUHAP dan KUHP agar aturan tentang pembatasan Sprindik dan Praperadilan turut dimasukan ke dalam salah satu pasal.

“Sekarang dalam pembahasan rencana pembuatan untuk revisi KUHP dan KUHAP, itu diatur nanti hal-hal yang sekarang ini yang jadi buntu tidak ada jalan keluar,” katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.