Sabtu, 2 Juli 22

Taliban Wajibkan Presenter Wanita di Acara TV Pakai Cadar

Taliban Wajibkan Presenter Wanita di Acara TV Pakai Cadar
* Presenter Tolo News Sonia Niazi tutupi wajahnya selama siaran. (Getty/BBC)

Taliban mewajibkan presenter perempuan Afghanistan di acara televisi memakai cadar, bila tidak ingin dihukum.

Presenter dan reporter perempuan di saluran TV di Afghanistan sejak hari Minggu (22/5/2022), telah melakukan siaran dengan menggunakan cadar, sesuai dengan perintah Taliban.

 

Presenter perempuan Afghanistan di stasiun 1TV. (BBC)

 

Sehari sebelumnya, beberapa dari mereka sempat melanggar aturan itu sehingga membuat wajah mereka terlihat.

Setelah merebut kekuasaan tahun lalu, Taliban semakin memberlakukan pembatasan pada kehidupan perempuan dalam beberapa pekan terakhir.

Kini, dengan mengenakan jilbab dan cadar penutup wajah, para perempuan tetap bertugas membawa acara maupun membacakan berita dan program-program lain di sejumlah saluran populer seperti TOLOnews, Ariana Television, Shamshad TV dan 1TV.

Presenter TOLOnews Farida Sial mengatakan kepada BBC: “Tidak apa-apa bahwa kami Muslim, kami mengenakan jilbab, kami menyembunyikan rambut kami, tetapi sangat sulit bagi seorang presenter untuk menutupi wajah mereka selama dua atau tiga jam berturut-turut dan berbicara seperti itu.”

Dia mengutarakan harapannya kepada masyarakat internasional agar menekan Taliban untuk mencabut perintah tersebut.

“Mereka ingin menghapus perempuan dari kehidupan sosial dan politik,” ujarnya.

Seorang jurnalis wanita Afghanistan lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada BBC: “Hari ini adalah hari yang kelam lainnya bagi para wanita di negara saya.”

Dan seorang eksekutif senior TV mengatakan banyak presenter wanita khawatir tahap selanjutnya adalah menghentikan penayangan acara sepenuhnya.

Sebagian besar umat Muslim di seluruh dunia tidak menganggap wanita yang menutupi wajah mereka di depan umum sebagai bagian yang wajib dari agamanya, dan Taliban pada awalnya tampak mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel setelah menguasai Afghanistan Agustus tahun lalu.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, mereka telah memberlakukan serangkaian pembatasan pada kehidupan perempuan, termasuk menetapkan hari terpisah bagi mereka untuk mengunjungi taman-taman umum dan melarang mereka melakukan perjalanan lebih lama tanpa wali laki-laki. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.