Sabtu, 13 Agustus 22

Takut Stigma Buruk, Negara Ini Tolak China di Proyek Migas

Takut Stigma Buruk, Negara Ini Tolak China di Proyek Migas
* Proyek migas Irak. (RTR/CNBC)

Pemerintah Irak menegaskan posisinya terkait rencana perusahaan China untuk mengambil alih beberapa ladang minyak di negara itu. Hal ini untuk menghindari stigma bahwa industri minyak di Negara Arab tersebut telah berada dalam penguasaan Beijing.

Dalam sebuah laporan Reuters, beberapa pejabat Baghdad mengatakan stigma kontrol China akan membuat Irak kesulitan dalam mendapatkan investasi asing. Hal ini ditambah oleh penguatan hubungan militer Negeri Tirai Bambu dengan tetangga Irak, Iran.

“Kami tidak ingin sektor energi Irak dicap sebagai sektor energi yang dipimpin China dan sikap ini disetujui oleh pemerintah dan kementerian perminyakan,” kata seorang pejabat Irak dikutip Selasa, (17/5/2022).

“Pemerintah khawatir dominasi China dapat membuat Irak kurang menarik bagi investasi dari tempat lain,” ujar dua pejabat pemerintah lainnya.

Sejak awal 2021, perusahaan minyak China seperti Sinopec berniat untuk mengambil-alih beberapa ladang minyak yang sebelumnya dimiliki perusahaan Rusia, Lukoil dan perusahaan Amerika Serikat (AS), ExxonMobil. Ladang itu berlokasi di Rumaila dan West Qurna.

Bila digabungkan, kedua ladang itu menghasilkan sekitar setengah dari minyak mentah yang keluar dari Irak. Irak sendiri merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar kelima di dunia.

Meski begitu, dalam sektor lain, China saat ini merupakan investor utama infrastruktur Irak melalui proyek Belt and Road Initiative (BRI). Sejauh ini dana yang diberikan oleh Beijing kepada negara itu mencapai US$ 10,5 miliar yang digunakan untuk pembiayaan pembangkit listrik dan bandara. (CNBCIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.