Rabu, 8 Februari 23

Takut Corona, Menteri Dalam Negeri Jerman Tak Mau Salaman

Takut Corona, Menteri Dalam Negeri Jerman Tak Mau Salaman
* Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, menolak jabat tangan Kanselir Angela Markel saat rapat pada Senin, 2 Maret 2020, karena takut tertular virus Corona. (Foto: En24 News)

Jakarta, Obsessionnews.com – Penyebaran virus corona yang begitu cepat telah membuat panic banyak orang. Bukan hanya masyarakat biasa, para pejabat juga merasakan hal yang sama, seperti halnya Menteri dalam negeri Jerman Horst Seehofer , karena takut dengan corona, ia menolak jabat tangan Kanselir Angela Merkel.

Menurut laporan ITV penolakan jabat tangan oleh Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer terekam kamera sebelum memulai tentang krisis imigran di Berlin pada Selasa, (3/3/2020).

Terlihat Angela Merkel yang baru datang berjalan ke ruang rapat lalu berdiri di samping kursi sambil mengulurkan tangan untuk menyalami. Namun, Horst yang saat itu duduk memberi isyarat tidak menyambut jabat tangan Merkel sambil tersenyum.

Mereka berdua tertawa, bersama hadirin rapat yang melihat kejadian tersebut, dan Merkel kemudian mengangkat tangannya di udara sebelum mengambil tempat duduk.

“Itu adalah tindakan yang tepat,” kata Merkel setelahnya, dikutip dari Deutsche Welle.

Para ahli kesehatan merekomendasikan menghindari berjabat tangan sebagai cara untuk mencegah penyebaran virus Corona.

The Local Germany melaporkan hingga Senin ada 157 kasus virus Corona terkonfirmasi di Jerman dalam laporan lembaga pengendalian penyakit Lothar Weiler di Robert Koch Institute.

Tingkat siaga telah dinaikkan dari “rendah-ke-sedang” menjadi “moderat”, pihak berwenang mengatakan tidak perlu langkah-langkah drastis seperti penutupan perbatasan untuk membendung penularan.

Pada Selasa malam, Jerman melihat kasus baru pertama dalam lebih dari sebulan sejak kasus pertama muncul di Bavaria pada Januari, dan dalam waktu seminggu berkembang menjadi salah satu negara yang paling terpengaruh virus corona di Eropa. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.