Rabu, 28 September 22

Breaking News
  • No items

Takut Bentrok, Pelantikan Presiden AS Dijaga 10.000 Pasukan

Takut Bentrok, Pelantikan Presiden AS Dijaga 10.000 Pasukan
* Pasukan Garda Nasional AS. (IFoto: st)

Khawatir terjadi bentrokan dengan pendukung calon presiden petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump, jelang pelantikan Joe Biden sebagai pemenang pemilu presiden (Pilpres) dijaga ketat oleh sekitar 10.000 pasukan AS.

Media AS mengabarkan meningkatnya kekhawatiran ancaman keamanan di acara pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, sehingga pasukan yang ditempatkan di Washington DC, jumlahnya lebih banyak dari yang ditempatkan di Irak dan Afghanistan.

Fars News (14/1/2021) melaporkan, pasca serangan pendukung Donald Trump ke gedung Kongres minggu lalu yang menewaskan sedikitnya 5 orang, ribuan pasukan Garda Nasional Amerika dikerahkan ke Washington untuk mengamankan pelantikan Joe Biden pada 20 Januari 2021.

Kantor berita Fox News mengabarkan, jumlah pasukan Garda Nasional Amerika di Washington terus ditambah, sampai hari Sabtu (16/1) jumlah mereka mencapai 10.000 personel.

Situs berita Amerika, Business Insider menulis, sampai 15 Januari 2021, sekitar 2.500 personel militer Amerika ditempatkan di Afghanistan dan Irak, sehingga total akan mencapai 5.000 personel, lebih sedikit dari jumlah pasukan Amerika yang sekarang sedang mengamankan acara pelantikan Joe Biden di Washington.

Kepala Biro Garda Nasional Amerika, Jenderal Daniel Hokanson mengatakan, sekitar 15.000 personel militer Amerika akan ditempatkan di Washington pada pelantikan Biden.

FBI Perintahkan Seluruh Kepala Polisi AS Siaga Penuh
Pelaksana tugas Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI meminta seluruh kepala polisi di seluruh penjuru negara itu untuk bersiaga penuh menjelang hari pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

Fars News (14/1/2021) melaporkan, hal ini terungkap dalam pembicaraan telepon Plt Direktur FBI, Christoper Wray dengan Plt Direktur Badan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika, USCIS, Ken Cuccinelli.

Seperti dikutip surat kabar New York Times, kedua pejabat Amerika itu mengkhawatirkan kemungkinan timbulnya kekerasan kelompok ekstrem di hari pelantikan Joe Biden, dan meminta seluruh kepolisian Amerika untuk mendeteksi segala bentuk indikasi ancaman ini.

Situs The Hill mengabarkan, Kepala Kepolisian Miami Jorge Colina mengaku diperintah oleh Plt Direktur FBI untuk membagikan semua informasi yang diperoleh.

Kepala polisi Amerika yang lain mengatakan, sepertinya FBI mencemaskan kemungkinan terjadinya serangan ke gedung-gedng Kongres negara bagian, gedung pemerintah federal dan rumah anggota Kongres.

Saat diwawancara The Hill, FBI membenarkan informasi ini dan mengatakan perintah itu dikeluarkan hari Rabu (13/1), namun FBI menolak menjelaskan detail masalah ini. (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.