Selasa, 26 Oktober 21

Tak Terkait Bom, Presiden Larang Muslimah Bercadar

Tak Terkait Bom, Presiden Larang Muslimah Bercadar

Wah! Sepertinya mengada-ada, peledakan bom di Sri Lanka dilakukan oleh oknum yang tidak ada kaitannya dengan perempuan muslim, malah Presiden negara mayoritas non muslim tersebut melarang muslimah bercadar. Bahkan, belum ada keputusan pengadilan apakah benar pelaku ledakan bom ada pihak yag ditudukan sebagai tersangka. Apalagi, selama ini disinyalir bahwa ISIS adalah bikinan AS dan Israel.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengumumkan pelarangan cadar dan semua aksesori yang menutup seluruh wajah yang ditujukan untuk perempuan Muslim, setelah serangan bom hari Minggu pekan lalu yang menewaskan setidaknya 250 orang.

Presiden Maithripala Sirisena mengatakan ia mengambil langkah darurat pelarangan aksesori yang menutup seluruh wajah demi pertimbangan keamanan nasional. Larangan akan mulai berlaku Senin (29/4/2019).

Seperti dilansir bbc.com, saat pengumuman dikeluarkan pemerintah tidak secara spesifik menyebut burka atau niqab. Disebutkan bahwa wajah tidak boleh ditutupi untuk memudahkan identifikasi.

Sementara itu, ayah dan dua saudara laki-laki dari terduga dalang serangan yang terjadi pada saat Paskah di Sri Lanka, Zahran Hashim, terbunuh dalam sebuah operasi penggerebekan yang dilakukan polisi.

Hashim, yang dituduh meledakkan diri di sebuah hotel di Kolombo, mendirikan sebuah kelompok militan National Thawheed Jamath (NTJ), yang dilarang di negara itu. Polisi menggerebek terduga markas kelompok ini yang berlokasi di sebelah timur Kattankudy.

Kebaktian gereja Minggu dibatalkan di seluruh negeri sebagai tindakan pencegahan tetapi para jemaat di ibukota berkumpul untuk berdoa di luar gereja St. Anthony’s, yang rusak parah dalam serangan tersebut.

Dikabarkan bahwa pasukan keamanan menyerbu sebuah rumah di Sainthamaruthu, dekat kota kelahiran Hashim, Kattankudy, pada Jumat (28/9).

Menurut polisi, sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan ketika pasukan bergerak masuk. Dan katanya, tiga pria melepaskan bahan peledak, membunuh diri mereka sendiri, enam anak-anak dan tiga wanita. Tiga orang lainnya tewas dalam tembak-menembak. Polisi menggerebek markas terduga kelompok ini yang berlokasi di sebelah timur Kattankudy.

Kebaktian gereja Minggu dibatalkan di seluruh negeri sebagai tindakan pencegahan tetapi para jemaat di ibukota berkumpul untuk berdoa di luar gereja St. Anthony’s, yang rusak parah dalam serangan tersebut. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.