Jumat, 22 Oktober 21

Tak Setuju Negara Indonesia Subur Terorisme

Tak Setuju Negara Indonesia Subur Terorisme
* Pengamat terorisme Mohamad Nasir Abbas.

Jakarta, Obsessionnews – Pengamat terorisme Mohamad Nasir Abbas menyatakan tidak setuju terorisme masih tumbuh subur di Indonesia. Mengingat pada kurun 1999-2015, total yang ditangkap 1.062 orang terkait dengan gerakan radikalisme. Hanya segelintir orang yang masih bertahan dengan pemahaman islam aliran keras ini.

“Saya sebenarnya tidak setuju. Ini sudah ada sejak lama. Jadi boleh dikatakan sejarah sejak dulu perjuangan Islam yang dilakukan oleh Kartosoewirjo. Ini bibit, pecahan-pecahan yang sudah melebar, yang diyakini negara Indonesia sebagai musuhnya,” Nasir  seusai acara diskusi Diplomatic Forum ‘Global Cooperation In Coping With Radicalism’ di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Nasir Abbas-
Mohamad Nasir Abbas (tengah) seusai acara diskusi Diplomatic Forum ‘Global Cooperation In Coping With Radicalism’ di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (15/3/2016)

Sebenarnya, lanjutnya, para teroris hanya ingin menambah kekuasaan dengan mengatasnamakan Islam. “Mereka anggap Indonesia musuhnya, karena tidak melaksanakan syariat islam. Ya, ini suatu hal itu yang dorong mereka melakukan hal tersebut,” jelasnya.

Dalam hal ini, Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas diperlukan bekerja sama dengan negara lain, seperti berbagi informasi, agar ketika ada nama-nama warga negara Indonesia (WNI) yang berencana berangkat ke luar negeri atau bergabung dengan ISIS dapat dicegah.

“Kalau ada yang terlibat, segera ditahan, dan dikembalikan ke Indonesia. Itu juga bagian menyelamatkan warna negara,” pungkasnya. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.