Kamis, 24 September 20

Tak Puas dengan Kinerja Pimpinan, Wadah Pegawai KPK Laporkan Firli ke Dewan Pengawas

Tak Puas dengan Kinerja Pimpinan, Wadah Pegawai KPK Laporkan Firli ke Dewan Pengawas
* Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: Twitter @KPK_RI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya tidak puas dengan kinerja pimpinan KPK di bawah komando Firli Bahuri. Mereka pun sepakat melaporkan Firli ke Dewan Pengawas KPK. Hal ini menyangkut pengembalian Penyidik Rossa Purbo Bekti ke Mabes Polri.

Pelaporan tersebut dibuat berdasarkan investigasi WP mengenai polemik pengembalian Rossa oleh Pimpinan KPK. WP melihat pengembalian penyidik Rossa ada kejanggalan.

“Bahwa terdapat dugaan tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur dan bahkan berpotensi melanggar etik khususnya jaminan agar KPK dapat menjalankan fungsi secara independen,” kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap, kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

“Dan saya selaku Ketua WP sudah ketemu dengan 5 orang anggota dewas langsung di ruang kerja mereka,” tambahnya

Yudi mengungkapkan pengembalian Rossa ke instansi asal tidak sesuai mekanisme aturan yang berlaku. Ia menuturkan masa bakti Rossa di KPK habis pada September 2020. Rossa, kata dia, juga belum menyatakan ingin kembali ke Mabes Polri.

Lebih lanjut, Yudi mengungkapkan pihaknya mengetahui ada dua surat pembatalan penarikan Rossa yang dilayangkan Polri ke KPK sebanyak dua kali, yaitu tanggal 21 dan 29 Januari 2020. Ini menunjukan adanya dukungan Polri agar Rossa dapat melanjutkan di KPK. Namun hingga pada akhirnya, Firli dkk justru kukuh memulangkan Rossa.

“Bahwa pengembalian Kompol Rossa Purbo Bekti menimbulkan banyak kejanggalan mengingat tidak ada permintaan sendiri dari Kompol Rossa untuk kembali ke Kepolisian. Masa tugasnya masih panjang hingga 23 September 2020,” katanya.

Ia menambahkan, Rossa merupakan penyelidik kasus yang menjerat eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan dan eks calon legislatif PDI Perjuangan (PDIP), Harun Masiku. Hal itu diperkuat dengan adanya surat tugas yang diberikan ke Rossa untuk menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

“Bahwa alih-alih mendapatkan apresiasi, Kompol Rossa Purbo Bekti malah dikembalikan ke Kepolisian. Inilah yang menjadi pertanyaan di publik saat ini,” katanya.

Atas dasar itulah, WP, lanjut Yudi, meminta dewan pengawas menindaklanjuti laporan mengenai pengembalian Rossa ke institusi Polri.

“Kemarin saya sudah berbicara 12 mata. Saya dengan lima anggota dewas, kemarin bapak-bapak dan ibu anggota dewas itu dengan baik menerima saya dan mau mendengarkan semua keluhan-keluhan dari Wadah Pegawai KPK dan mereka pun sudah mulai bergerak,” ucapnya.

Belum ada jawaban dari anggota dewan pengawas mengenai laporan tersebut. Hanya saja, pada Rabu (5/2), Dewan Pengawas KPK mengaku telah menerima laporan mengenai polemik pengembalian Penyidik Rossa Purbo Bekti ke Polri. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.