Minggu, 24 Oktober 21

Tak Maksimal, Gubernur Awasi Langsung Penggunaan Dana APBN

Tak Maksimal, Gubernur Awasi Langsung Penggunaan Dana APBN

Padang, Obsessionnews – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno akan mengawasi penggunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) khususnya dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

Gubernur mengawasi penggunaan dana itu mengingat penggunaan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan di tahun lalu tidak maksimal, sehingga terjadi overlape (tumpang tindih). disamping itu, gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah harus tahu dana APBN yang dipergunakan di daerah.

“Kami ingin menekankan, untuk yang menggunakan APBN itu juga harus diketahui gubernur,” kata Irwan Prayitno usai rapat percepatan pelaksanaan kegiatan APBN 2016, di auditorium gubernuran, Kamis(25/2).

Guna program pembangunan di daerah berjalan maksimal, gubernur akan mengadakan pertemuan rutin dengan pejabat terkait per tiga bulan.

Tahun 2016 jumlah SKPD yang mendapat Dana APBN berupa Dekonsentrasi/tugas Perbantuan sesuai dengan DIPA awal tanggal 17 Desember 2015 sebesar Rp3,4 triliun.

Total dana dimaksud untuk 23 SKPD, termasuk dana APBN yang dikelola Balai Pelaksanaan Jalan Nasional II Padang, Balai Wilayah Sungai Sumatera V, dan Balai Teknik Perekeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau, Muhammad Yani mengatakan, rapat tersebut diadakan dalam rangka percepatan pelaksanaan program/kegiatan yang bersumber dari dana APBN, Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan di Provinsi Sumbar, baik yang dikelola oleh SKPD Provinsi maupun Balai/UPT Pusat untuk Tahun Anggaran 2016.

Muhammad Yani menjelaskan, dana APBN yang dikelola Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat Rp174 miliar, untuk Balai Wilayah Sungai Sumatera V Rp737 miliar, untuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Rp1,5 triliun dan Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman (Prasjartarkim) Sumbar sebesar Rp308 miliar. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.