Minggu, 24 Oktober 21

Tak Ketemu DPRD, Warga Kudus Sweeping ke Ruangan

Tak Ketemu DPRD, Warga Kudus Sweeping ke Ruangan
* Sejumlah warga Kabupaten Kudus berdemonstrasi di depan gedung DPRD Jateng di Semarang, Rabu (23/3/2016).

Semarang, Obsessionnews Sejumlah warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Sumber Mata Air Pegunungan Muria Anti Eksploitasi Komersial, berdemonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, Rabu (23/3/2016).  Demonstrasi yang pada awalnya damai, kemudian berujung sweeping ke ruangan dewan, lantaran para peserta demo tidak percaya dengan tidak adanya anggota dewan di ruangan.

Para demonstran memaksa masuk ke dalam ruang dewan, setelah sebelumnya petugas Humas DPRD Jateng mengatakan bahwa seluruh anggota dewan sedang mengikuti kunjungan kerja (kunker) ke luar kota. Mereka akhirnya diperbolehkan masuk dengan syarat hanya 7 orang saja.

Usai masuk, mereka tidak menemukan satu orang pun anggota DPRD, terutama Komisi D yang menangani masalah air. Sesuai jadwal, seluruh anggota Dewan memang sedang melaksanakan kunker ke Surabaya. Mereka lantas menyasar ruang anggota lain dan hasilnya pun nihil.

Salah seorang tokoh petani, warga Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus, Sutikno mengatakan, pihaknya kecewa lantaran tidak bisa bertemu dengan anggota dewan. Dirinya heran karena, dari seratusan anggota dewan, namun tidak ada satupun dari mereka ada di ruangan.

“Karena kami merasa sangat kecewa. Jauh-jauh dari wilayah Muria datang ke DPRD Jawa Tengah, pengin ketemu (anggota dewan). Sebelumnya kan sudah ada pemberitahuan, kenapa hari ini seratus anggota dewan tidak ada. Saya selaku masyarakat kecil kecewa mas,” ujarnya kepada Obsessionnews.com. 

Menurutnya, sumber mata air di sekitar pegunungan Muria telah disedot oleh oknum pengusaha secara ilegal. Imbasnya, warga sekitar merasa ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan irigasi pertanian. Saat ini para warga di Kecamatan Dawe sering berebut sumber air tersebut.

“Tak bisa terbantahkan, bahwa ketika musim kemarau kita bisa merasakan secara transparan dan mata telanjang, kekeringan dan kekurangan air bersih, yen rendeng ora biso ndodok, yen ketigo ora bisa cewok (Ketika musim hujan tidak bisa jongkok, musim hujan tidak bisa membersihkan diri),” paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta tiga tuntutan ke Pemprov dan DPRD Jateng yakni, menolak semua bentuk pengajuan ijin atas pemanfaatan air dengan tujuan niaga, menghentikan proses pengambilan air dengan tangki berkapasitas 6.000 liter, dan melakukan tindakan konservasi perlindungan mata air di Pengunungan Muria Kudus. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.