Sabtu, 26 September 20

Tak Capai Target, Wajar Negara Lain Anggap Pencak Silat Ada Kecurangan

Tak Capai Target, Wajar Negara Lain Anggap Pencak Silat Ada Kecurangan
* Atlet Pencak Silat Indonesia raih medali emas. foto/ Dokumentasi Inasgoc.

Jakarta, Obsessionnews.com – Di balik suksesnya atlet Indonesia memborong medali emas di cabang pencak silat, ada saja pihak luar yang menuding tim juri melakukan kecurangan. Menanggapi hal ini Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Edhy Prabowo menilai tudingan itu hal biasa.

“Persoalan itu bukan hal aneh bagi saya.
Indonesia bisa meraih banyak medali emas kan menyangkut harga diri bangsa, kualitas mereka juga bagus,” kata Edhy saat dihubungi Jumat (31/8/2018).

Dalam sebuah pertandingan, mereka yang kalah sering kali menuding ada ketidakadilan, karena target yang diperoleh tidak tercapai.

“Orang kalau targetnya tidak tercapai pasti akan mengatakan apa pun. Menurut saya, apa yang terjadi justru sebaliknya. Saya merasa pertandingan kemarin yang paling fairplay. Ada video juga di sana,” ungkapnya.

Edhy menyesalkan kenapa ada pihak yang protes di luar pertandingan, padahal ketika pertandingan berlangsung begitu banyak kesempatan. Semua aturan pun telah diterapkan dengan semestinya. Pertandingan juga disaksaksikan orang banyak.

“Sekali lagi, saya menyayangkan dan dari mana kami mencurangi. Jadi silakan saja bagi pihak yang merasa dirugikan,” kata dia.

Sebelumnya Ketua Federasi Pencak Silat Asia atau APSIF, Sheik Alauddin Yacoob Marican, mengutarakan kejanggalan selama Asian Games. Netralitas juri dalam memberi penilaian dianggapnya tidak tampak.

Menurut Jacoob, sejak hari pertama penyelenggaraan, dia sudah melihat adanya kecurangan. Bukan cuma dia yang merasakan, tetapi juga ketua federasi dari negara-negara lain.

Sebagai pihak yang juga memimpin kontingen Singapura, Jacoob telah meminta kepada juri untuk tidak berat sebelah. Terlebih lagi, dalam nomor seni di mana cara penilaiannya subjektif.
Saya bicara soal seninya saja ya.

“Ini kan profesional. Maksudnya atlet-atletnya sudah latihan begitu lama. Kalau mau jauh pun lima, 10, untuk jaraknya. Ini sampai 20 lebih, gila. Ini profesional,” ujar Jacoob kepada wartawan, Rabu (29/9/2018) (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.