Rabu, 22 Mei 19

Tak Ada Unsur Pencitraan Dalam Pembebasan Siti Aisyah

Tak Ada Unsur Pencitraan Dalam Pembebasan Siti Aisyah
* Siti Aisyah saat tiba di Tanah Air. (Foto: Ayobandung.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Komisi I DPR Prananda Surya Paloh menyindir pihak-pihak yang masih nyinyir terhadap upaya pemerintah dalam membebaskan Siti Aisyah dari tuduhan pembunuhan Kim Jong Nam oleh Pengadilan Malaysia. 

Bahkan ia merasa aneh kalau ada pihak yang mengatakan hal itu sebagai bentuk pencitraan. Prananda secara khusus memuji keberhasilan pemerintah yang telah mengupayakan pembebasan Siti Aisyah dari tuduhan tersebut.

“Kalau ada yang nyinyir dengan pembebasan ini, patut dipertanyakan kualitas nasionalismenya,” kata Prananda, Selasa (12/3/2019).

Menurut Prananda, diplomasi total atau tingkat tinggi pemerintah harus diapresiasi sehingga vonis kepada perempuan asal Banten itu dikabulkan hakim.

“Semestinya semua anak bangsa gembira dengan pembebasan Siti Aisyah. Ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Jokowi sama sekali tidak menelantarkan satu pun nyawa warganya yang terkena masalah di luar negeri,” ujar Prananda.

Sebagai anggota komisi yang membidangi politik luar negeri, ia mencatat sepanjang tahun 2018, terdapat 287 WNI yang telah dibebaskan dari ancaman hukuman.

“Ada yang bilang ini pencitraan, masak Malaysia disuruh mengangkat citra Jokowi. Inilah pikiran-pikiran sempit dan mengada-ada hanya karena tidak suka dengan kesuksesan dan prestasi Jokowi,” lanjutnya.

Siti Aisyah bebas dari tuduhan pembunuhan Kim Jong Nam oleh Pengadilan Malaysia. Kabar bebasnya Aisyah pertama kali disampaikan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal. 

Iqbal menjelaskan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tinggi Syah Alam, Selangor, pengacara Siti Aisyah meminta jaksa untuk tidak hanya menghentikan tuntutan, namun juga dibebaskan secara penuh.

Namun, hakim persidangan memutuskan status discharge not amounting to acquital yang berarti tuntutan dihentikan dan Siti Aisyah bebas.

“Alhamdulillah di persidangan yang baru saja berlangsung, Jaksa Penuntut Umum telah menyatakan ‘menghentikan tuntutan terhadap Siti Aisyah’,” kata Iqbal, kemarin.

Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur langsung membawa Siti Aisyah. KBRI segera mengurus administrasi pemulangan, dan jika sudah selesai, Aisyah akan dipulangkan.

Siti Aisyah sendiri setibanya di Tanah Air, tak kuasa menahan rasa bahagianya, saat bertemu dengan kedua orangtuanya, setelah selama dua tahun melalui proses hukum di Malaysia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.