Minggu, 27 November 22

Tak Ada Penyesalan Polisi Tembak Adik Ipar Hingga Mati

Tak Ada Penyesalan Polisi Tembak Adik Ipar Hingga Mati
* Kompol Fahrizal (tengah) yang tembak adik ipar hingga mati. (foto: medansatu.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pihak kepolisian masih menyelidiki motif mantan Wakil Kapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal yang tega menghabisi nyawa adik ipar sendiri dengan senjata api. Fahrizal menghabisi nyawa adik iparnya itu dengan enam kali tembakan.

Berita tentang polisi tembak adik ipar sendiri menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Jum’at (6/4/2018) pukul 10.09 WIB berita ini dicari lebih dari 5.000 kali.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya lebih memikirkan tercorengnya citra polri, ketimbang keberhasilan mengungkap kasus tersebut. Saat ditanya pun Fahrizal mengaku tak ada penyesalan telah membunuh adik iparnya itu.

“Saat kami tanya pelaku, apakah menyesal karena telah melakukan pembunuhan terhadap korban yang adik iparnya sendiri, dengan santai ia menjawab tidak,” ujar Paulus di depan Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut.

Saat ini polisi masih menyelidiki motif pelaku melakukan pembunuhan itu. “Diduga ada problem di dalam lingkungan keluarga, yang terus kami coba dalami dengan teliti,” kata Paulus.

Untuk modus dan motif  pembunuhan adik ipar polisi itumasih dalam pengungkapan pihak kepolisian. Barang bukti yang diamankan adalah senpi, enam selongsong peluru, dan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepolisian.

Seperti diketahui, warga Medan saat ini dihebohkan oleh tindakan oknum anggota Polisi Kompol Fahrizal yang diduga melakukan penembakan terhadap adik Iparnya, saat pulang kampung ke rumah orang tuanya di Medan, Rabu (4/4).

Adik ipar pelaku mengalami luka tembak dan meninggal dunia atas nama Zumingan (33), pekerjaan swasta. Usai menembak adik iparnya, Fahrizal membawa senpi dan melapor langsung ke Polrestabes Medan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.