Kamis, 28 Mei 20

Tahun ini Penjualan Hewan Qurban Turun Drastis

Tahun ini Penjualan Hewan Qurban Turun Drastis
* Seorang penjual hewan ternak, Rinal bersama hewan Qurban di Pasar Tradisional Subang Jawa Barat

Cianjur, Obsessionnews – H-2 atau 2 hari mejelang Hari Raya Qurban 1436 H penjualan hewan qurban di Cianjur Jawa Barat mengalami penurunan cukup drastis. Menurut Asep, salah seorang penjual kambing qurban di daerah Cilaku mengatakan biasanya dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai sekarang sudah terjual sekitar 50 ekor.

“Tapi kalau sekarang sampai hari ini (H-2) baru 30 ekor. Sepi, Kang. Mungkin situasi ekonominya lagi lesu,” ujar Asep saat ditemui di tempat jualannya, Selasa (22/9/2015).

Tahun ini benar-benar turun, kata Asep dibandingkan dengan tahun sebelumnya sampai menyediakan tempat persediaan hewan qurban saking besarnya permintaan. “Tahun lalu mah saya sampai nyetok (menyediakan) hewan qurban banyak di sana. Sekarang sih nggak lantaran sepi,” paparnya sambil nunjuk ke halaman rumahnya yang luas.

Harga kambing yang jajakannya dibandrol kisaran 2,3 juta – 3 juta rupiah. Bergantung dari bobotnya.

Hal yang sama dialami Azis, penjual sapi di Desa Ciharashas yang mengatakan yang mengaku penjualannya turun 50%.

“(Tahun) sekarang beda dengan tahun kemarin. (Kalau tahun kemarin) dari tanggal 1 bulan haji sampai tanggal 5 sudah rame bisa menjual 10 ekor. Sekarang mah baru 5 ekor,” jelas Azis.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Drh. Agus Sugama
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Drh. Agus Sugama

Bahkan, katanya yang dijual di luar juga pada balik lagi karena tidak ada yang beli. “Sedangkan (biaya) pakan dan sewa tempat tetap harus keluar,” tambahnya.

Harga sapi yang dijajakannya dihargai kisaran Rp12 juta – Rp13 juta untuk bobot rata-rata sedangan untuk yang lebih berat pada kisaran Rp25 juta – Rp27,5 juta.

Mengenai pengawasan kesehatan diakui cukup baik. Petugas dari Dinas Peternakan rutin memeriksa kesehatan hewan qurban.

Sementara itu di Kabupaten Subang sejak tahun 2014 lalu mulai melokalisir penjual hewan qurban. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kab Subang, Drh. Agus Sugama menyebutkan tujuan melokalisir pedagang untuk menjaga ketertiban. “Walaupun untuk kepentingan publik masih tetap memperhatikan ketertiban fasilitas umum,” ujarnya.

Dengan dilokalisir, sambung Agus untuk memudahkan pengawasan kesehatan hewan qurban, memudahkan pemantauan lalu-lintas hewan qurban dan memudahkan pemusatan mendapatkan hewan qurban bagi konsumen.

Sapi qurban yang dijajakan di Cianjur Jawa Barat. Penjualannya mengalami penurunan sampai 50%.
Sapi qurban yang dijajakan di Cianjur Jawa Barat. Penjualannya mengalami penurunan sampai 50%.

Adapun lokasi yang dijadikan lokasi penjualan hewan qurban untuk Kota Subang di Pasar Panjang dan Pasar Hewan di Pasar Tradisonal Subang.

Himbauan ini pun disampaikan ke kecamatan-kecamatan supaya bisa mengikuti agar penjualan hewan qurban dipusatkan supaya terjaga ketertiban dan kenyamanan.

Mengenai ancaman penyakit hewan ternak, Agus menyatakan dalam kondisi aman dan terkendali. Sejak tahun 1965 Subang telah dinyatakan bebas antrax. “Tetapi kami tetap mewaspadainya karena sporanya bisa muncul 50 sampai 100 tahun kemudian,” paparnya.

Sedangkan untuk memastikan kehalalan penyembelihan, pihak Dinas peternakan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab Subang melatih 45 tenaga profesional berasal dari kalangan Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM).

Harga ternak di Subang untuk kambing menurut salah seorang pedagang di Pasar Hewan, Rinal berada pada kisaran 2 juta rupiah sampai 3,5 juta rupiah. Sedangkan untuk sapi berada pada kisaran 15 juta sampai 30 juta. “Harga bergantung bobot ternaknya, Pak,” katanya. (Teddy)

Related posts

3 Comments

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.