Kamis, 2 Februari 23

Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Di antara bentuknya adalah diharamkannya seseorang dari ketaatan karena tidak Allah pilih untuk mendapat hidayah-Nya sehingga terus menerus dia berkubang dengan kemaksiatan. Puncak dari musibah ini adalah hilangnya status agama dan iman dari dirinya, dikarenakan kesyirikan atau kekafiran yang dilakukannya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang nasib orang-orang musyrik dan kafir ini: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi’,” (QS. Az-Zumar: 65-66).

Sebagai hamba Allah, kita wajib berharap agar segala bentuk kenikmatan tercurah kepada kita. Terutama bentuk kenikmatan yang hakiki dan kenikmatan lainnya yang akan mendukung kita mempertahankan kenikmatan hakiki tersebut.

Dan sebagai manusia biasa yang keimanannya kembang-kempis (yaazid wa yanqush), cara mendapatkan kenikmatan tersebut adalah dengan melakukan hijrah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasulullah Saw.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.