Jumat, 27 Mei 22

Tahun 2017, Airlangga Targetkan Ekspor Mobil Naik 10 Persen

Tahun 2017, Airlangga Targetkan Ekspor Mobil Naik 10 Persen
* Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memperhatikan salah satu jenis blok mesin Toyota ketika meninjau stand peserta pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, 11 Agustus 2016. (Sumber foto: Kementerian Perindustrian)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan volume ekspor mobil akan naik 10 persen di 2017, dibandingkan tahun ini yang hanya mencapai 200 ribu unit. Potensi target yang didapatkannya tersebut karena dipacu akan kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan agresifnya para prinsipal memproduksi kendaraan global.

“Saya optimistis karena pemerintah bersama pelaku industri otomotif di dalam negeri bertekad mewujudkan Indonesia menjadi basis produksi industri kendaraan bermotor serta komponennya di ASEAN bahkan dunia,” tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pembukaan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2016).

Upaya untuk mendongkrak pasar ekspor tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Pertamina melalui pembahasan tentang peningkatan standar emisi dari Euro2 ke Euro4.

“Kami minta supaya Pertamina sudah bisa menyiapkan (suplai bahan bakar yang mendukung standar emisi tinggi) dengan target tahun 2019 atau 2020. Saat ini Pertamina sudah menyiapkan kilang,” ungkap Airlangga.

Saat ini Kementerian Perindustrian sedang serius mengkaji tentang pemberlakuan standar Euro4, sebab selain bermanfaat dari sisi lingkungan, juga berdampak ke industri.

“Pelaku industri otomotif di dalam negeri agar memprioritaskan produksi kendaraan yang ramah lingkungan sehingga memenuhi standar emisi kendaraan Euro-4. Kami juga tengah menyiapkan roadmap-nya karena penerapan Euro4 itu bagus dampaknya terhadap lingkungan, ,” tuturnya.

Solusi lainnya untuk meningkatkan ekspor, para prinsipal perlu memperbanyak produksi kendaraan yang diminati pasar global saat ini seperti tipe sedan dan SUV. “Selama ini di Indonesia lebih banyal memproduksi model MPV,” tambah Airlangga.

Ia meminta, industri otomotif nasional lebih memperdalam struktur industrinya.

“Potensi pasar dalam negeri yang terus berkembang menjadi pendorong bagi pelaku usaha untuk makin mengembangkan produknya sehingga menumbuhkan industri komponen guna memperdalam struktur industri otomotif nasional,” paparnya.

Selain itu pihaknya juga sedang aktif memacu daya saing industri otomotif nasional melalui peningkatan kualitas SDM dan manajemen industry, peningkatan penguasaan teknologi dan R&D industri otomotif.

“Keberadaan industri otomotif dipandang sebagai salah satu sektor yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kementerian Perindustrian mencatat.  Penjualan kendaraan bermotor roda empat pada tahun 2015 mencapai 1,1 juta unit, pencapaiannya tersebut akan terus tumbuh seiring peningkatan ekonomi nasional.

Tak hanya itu penyerapan tenaga kerja hingga saat ini telah mencapai 1,5 juta orang. Jumlah tersebut terdistribusi pada sektor industri perakitan, industri komponen lapis pertama, kedua dan ketiga, sampai di tingkat bengkel resmi sales, service dan spare parts. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.