Kamis, 21 Oktober 21

Tagih Tuntaskan Kematian Siska, Kombes Krishna Murti: Sabar Pak…..

Tagih Tuntaskan Kematian Siska, Kombes Krishna Murti: Sabar Pak…..
* Kombes Pol Krishna Murti.

Jakarta, Obsessionnews – Lantaran lelah menunggu delapan  bulan tak ada kemajuan, Alfian Helmy Hasjim (ayah almarhumah Siska) didampingi pengacaranya, Rosita Radja, mendatangi Mapolda Metro Jaya, menuntut penuntasan kasus kematian Allya Siska Nadya (33) korban malpraktik Chiropractic Firts Indonesia (CFI). (Baca: Apa Kabar Kasus Kematian Allya Siska?)

Mereka akhirnya ditemui langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, di ruang kerjanya, Kamis (10/3/2016). (Baca: Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi)

“Sabar ya, Pak Alfian. Petugas kami masih terus memburu tersangka Randall yang berada di AS, dengan minta bantuan interpol. Yang bersangkutan tidak bisa ditangkap karena di luar wilayah Indonesia, jadi harus berkoordinasi dengan polisi negara setempat,” ujar  Krishna seperti dituturkan Rosita Radja, kepada Obsessionnews.com. (Baca: Polda Jaya Tetapkan Randall Tersangka Dua Perkara)

Krishna menambahkan, sampai saat ini tersangka dalam kasus tersebut sementara tetap dua orang, yakni  dr Randall Cafferty, yang menangani Siska sehingga meninggal dunia dan Kan Wilming, WN Malaysia direktur CFI  di Pondok Indah Mal (PIM) juga ditetapkan jadi tersangka. Penyidik akan serius untuk menuntaskan kasus ini. “Jadi dimohon kesabarannya,” katanya. (Baca: FBI Informasikan ke Polda, Randall Berada di Amerika)

Randall Cafferty
Randall Cafferty

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengetahui keberadaan Randall ada di Los Angeles, AS. Hasil koordinasi dengan pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) menyebutkan bahwa Randall mendarat di Los Angeles pada 22 Desember 2015.

Dari FBI pulalah, diketahui bahwa Randall menetap di Sandiego, Amerika. Jika informasi itu benar adanya, maka Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan pihak FBI agar perkara Randall ini bisa diadili di Amerika, sebab Indonesia dan Amerika tidak memiliki perjanjian ekstradisi.

Polisi juga telah menyiapkan red notice atas Randall ke pihak interpol melalui Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, untuk mengantisipasi apabila Randall pergi ke negara lain selain Amerika.

Chiropractic First Pondok Indah disegel aparat.
Chiropractic First Pondok Indah disegel aparat.

Polisi tak hanya menetapkan Randall Cafferty sebagai tersangka dalam dugaan malpraktik Chiropractic Firts yang menyebabkan kematian Allya Siska Nadya (33). Kan Wilming, WN Malaysia direktur Chiropractic di Pondok Indah Mal (PIM) juga ditetapkan jadi tersangka.

Krishna mengatakan, Chiropractic tidak memiliki izin praktik yang sah. Krishna menyebut, Kan Wiming dijerat dengan Pasal 42 ayat 1 dan ayat 2 UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Selain itu, polisi juga menjerat Wiming dengan pasal 42 ayat 1 dan 2 UU No 13 tentang tenaga kerja.

Seperti diketahui, Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2015). Dia diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan terapis asal Amerika Serikat, dr Randall Cafferty, di Chiropractic First kawasan Pondok Indah Mal. Kasus dugaan malpraktik ini  pertama kali diberitakan di situs berita Obsessionnews.com, Senin, 4 Januari 2016, pukul 17.43 WIB, dengan judul Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi, baru kemudian diberitakan oleh berbagai media massa. (rez)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.