Kamis, 16 September 21

Tagar #PolriProvokatorSARA Viral di Medsos

Jakarta, Obsessionnews.com – Tak henti-hentinya umat Islam disudutkan. Kali ini umat Islam disudutkan melalui film “Kau Adalah Aku Yang Lain”. Film ini keluar sebagai juara pertama dalam ajang Police Movie Festival ke-4 2017 dengan tema “Unity in Diversity”.

https://youtu.be/G8n3LH8EeUY

Film ini menjadi viral di media sosial (medsos) ketika diunggah di akun Twitter Polri.

Sejak Selasa (27/6) hingga Kamis (29/6) film karya Anto Halim tersebut yang dinilai telah menyudutkan umat Islam ini menuai protes dari para netizen.

Netizen menuding Polri dalang provokator SARA melalui tagar #PolriProvokatorSARA yang saat ini menjadi viral di Twitter.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon ikut bereaksi keras terhadap film berdurasi 7 menit tersebut. Fadli menilai film tersebut justru memprovokasi dan mengadu domba umat beragama.

“Menurut saya film pendek ‘Kau Adalah Aku Yang Lain’ telah menghina umat Islam Indonesia yang dikenal toleran. Film tersebut justru memprovokasi dan adu domba,” kicau Fadli di akun Twitter @fadlizon, Rabu (28/6).

Akibat menuai kontroversi, Polri menghapus film tersebut dari akun Twitternya. Sementara yang sudah diunggah ke YouTube masih bisa ditonton masyarakat.

Film ini bercerita mengenai adegan sebuah mobil ambulans yang membawa pasien non-muslim ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan, mobil ambulans tidak bisa melewati jalan utama karena jembatan yang hendak dilalui rusak.

Jalan alternatif akhirnya dipilih untuk segera membawa sang pasien yang dalam keadaan kritis mendapat pertolongan dokter. Ternyata jalan alternatif itu sedang ditutup karena ada pengajian yang dilakukan umat Islam.

Di jalan alternatif drama dimulai, antara polisi dan seorang mbah. Si Mbah melarang mobil ambulans lewat karena akan mengganggu kekhusyukan pengajian. Sementara seorang polisi mengeluarkan sejumlah argumen agar mobil ambulans bisa lewat demi kemanusiaan.

Dialog antara Si Mbah dan polisi ini yang kemudian mendapat kecaman dari netizen hingga Fadli Zon. Pasalnya, perbincangan tersebut dinilai telah menyudutkan umat Islam. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.