Rabu, 2 Desember 20

Syirik, Dosa yang Paling Berbahaya

Syirik, Dosa yang Paling Berbahaya
* Ilustrasi perbuatan syirik. (Foto: SR)

Allah Taala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa 48)

Syaikh Muhammad bin Abdil Aziz Al-Qar’awi rahimahullah berkata :

Tatkala kesyirikan merupakan dosa yang paling berbahaya, dosa yang paling buruk, dosa yang paling keras siksaannya, karena dalam kesyirikan terkandung sikap merendahkan Allah dan menyerupakan-Nya dengan makhluk-Nya.
Maka Allah mengabarkan dalam ayat ini, bahwasanya Dia tidak akan mengampuni dosa pelaku kesyirikan yang mati diatas kesyirikan.

Dan adapun orang yang mati di atas Tauhid, dalam keadaan dia masih memiliki sebahagian dosa-dosa, maka sesungguhnya Allah menjanjikan ampunan baginya, bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.

Kemudian Allah menjelaskan alasan, kenapa tidak ada ampunan bagi orang-orang musyrikin. Karena mereka dengan perbuatan mereka ini, berarti mereka telah berdusta atas nama Allah dalam peribadatan mereka kepada Allah dengan selainNya.
Dan mereka terjatuh kedalam satu dosa yang besar yang tidak ada dosa yang menyamainya. [Al-Jadid fi Syarh Kitab At-Tauhid 1/32]

 

Tauhid dan Syirik diterangkan dengan jelas dalam Al-Quran, namun banyak manusia tidak memahaminya.

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah berkata :

Tidak ragu lagi, sesungguhnya Allah Ta’ala telah menurunkan Al-Quran sebagai penjelas bagi segala sesuatu. Dan sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah menerangkan Al-Quran ini dengan penjelasan yang sangat memuaskan.

Dan sebesar-besar apa yang Allah dan Rasul-Nya terangkan di dalam Al-Quran ini adalah permasalahan Tauhid dan Syirik.

Karena tauhid adalah fondasi ajaran Islam, dasar agama, dan di atas tauhid dibangunlah seluruh amalan-amalan.
Sedangkan kesyirikan itu membatalkan fondasi ini dan merusaknya, sehingga tidak lagi ada wujudnya.
Karena keduanya itu dua hal saling berlawanan dan saling bertentangan, tidak akan mungkin berkumpul selamanya.

Oleh karena itu Allah Ta’ala menjelaskan prinsip yang satu ini di dalam kitab-Nya dalam seluruh Al-Quran. Maka tidaklah satu suratpun kecuali menyebutkan tauhid dan menerangkan syirik.

Dalam keadaan manusia membaca Al-Quran ini dan mengulang-ulangnya, akan tetapi sedikit sekali orang yang menyadari penjelasan ini.

Oleh karena itu engkau dapati banyak manusia membaca Al-Quran, tapi mereka masih terjatuh ke dalam kesyirikan dan mereka mencacati Tauhid, padahal perkara ini sudah jelas sekali dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.
Karena mereka berjalan diatas tradisi-tradisi yang mereka dapati pada bapak-bapak mereka dan syaikh-syaikh mereka.” [Syarh Al-Ushul As-Sittah 9-10]

(Red)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.