Sabtu, 23 Januari 21

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Berikut Jejak Perjuangan Sang Ulama

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Berikut Jejak Perjuangan Sang Ulama
* Syekh Ali Jaber. (Foto : Dunia Dakwah)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ulama besar Indonesia, Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada pukul 08.30 WIB. Kepergian Syekh Ali Jaber, tentu membawa kesedihan bagi umat Islam Indonesia. Sebab, ia adalah salah satu ulama yang paling disegani dan dihormati.

Meski bukan asli orang Indonesia, nama Syekh Ali Jaber sudah sangat akrab ditelinga masyarakat Indonesia. Dia aslinya adalah seorang Pendakwah dan Ulama dari Madinah yang memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan menjadi warga Indonesia.

Pria bernama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976 atau bertepatan dengan tanggal 3 Shafar 1396 H.

Dikutip dari berbagai sumber, Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga Aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Al-Quran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia pada tahun 2008 dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2012. Syekh Ali Jaber sempat menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi Da’i dalam berbagai kajian di beberapa stasiun televisi nasional.

Sejak kecil, dia telah mendapatkan bimbingan agama dari Ayahnya. Ayahnya yang seorang penceramah mengharapkan Ali Jaber sebagai anak pertama bisa mengikuti jejaknya.

Semasa kecil, Syekh Ali Jaber telah belajar Al-Quran dan merasa punya tanggung jawab atas cita-cita ayahnya. Menariknya, di usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah mampu menghapal 30 juz Al-Quran.

Bahkan di umur 13 tahun, Syekh Ali mendapat amanah untuk menjadi imam di salah satu Masjid Kota Madinah. Selama belajar agama, Syekh Ali Jaber rutin mengajar dan berdakwah.

Ia juga aktif sebagai guru hafalan Al-Quran di Masjid Nabawi. Pada 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Keduanya dikaruniai seorang anak yang diberi nama Hasan. Saat di Lombok, Syekh Ali Jaber menjadi guru hafalan Al-Quran, Imam salat, dan khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok, Indonesia.

Karier dakwahnya berlanjut saat ia diminta menjadi Imam shalat tarawih di Masjid Sudan Kelapa, Menteng, Jakarta. Ia juga menjadi pembimbing tadarus Al-Quran dan imam salat Ied di Masjid Sunda kelapa, Menteng, Jakarta.

Kehadiran Syekh Ali Jaber disambutan baik oleh masyarakat Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadits.

Syekh Ali Jaber mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam. Pada 2012, Syekh Ali Jaber dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Syekh Ali Jaber mulai rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne dan menjadi juri Hafizh Indonesia di stasiun televisi RCTI. Ia juga mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber yang berkantor di Jatinegara, Jakarta.

Karier Syekh Ali Jaber terus mengalir, bahkan ia juga mulai menjadi aktor dalam film “Surga Menanti” (2016). Meski sudah tenar, Syekh Ali Jaber tetap berendah hati dan masih berkeliling menjadi khatib Jumat di masjid-masjid kecil di pelosok kota dan daerah.

Kini Sang Guru telah tiada, dia sudah kembali kepada Sang Pencipta. Ia meninggal setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit karena terkena virus corona atau Covid-19. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.