Senin, 22 Juli 19

Syarif Hasan Tutup Peluang Marzuki Alie Nyapres?

Syarif Hasan Tutup Peluang Marzuki Alie Nyapres?

Imar
Jakarta-Pernyataan Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan bahwa salah satu kriteria umum calon presiden Partai Demokrat adalah mereka yang berpengalaman di pemerintahan mendapat kritikan dari Pengamat Politik dari LIPI, Siti Zuhro. Siti Zuhro  mengingatkan Syarief untuk lebih khusuk atau lebih fokus ke dalam dan berkoordinasi sebelum melontarkan pernyataan.

Pernyataan Syarief ini menurutnya tidak berbeda dengan pernyataan Syarief sebelumnya sebelum KLB Partai Demokrat beberapa waktu lalu. Pada akhirnya Syarief sendiri yang mempermalukan dirinya sendiri karena tidak konsisten dengan pernyataan yang dilontarkannya.

“Sebelum kongres di Bali dia kan seperti punya ambisi dibalik pernyataan-pernyataannya. Dia keluarkan pernyataan bahwa syarat ketum PD tidak boleh  rangkap jabatan. Ketika pada akhirnya SBY yang terpilih dan dia menjadi ketua harian,dia pun dia dan bersembunyi dengan pernyataannya,”kata Siti Zuhro di Jakarta, Senin (1/7/2013).

“Kali ini juga tidak berbeda, dia seperti sudah mengarah-arahkan siapa capres yang akan diusung PD dan menutup peluang-peluang calon lainnya.Nampanya arahnya seperti ke Menteri Perdagangan Gita Wiryawan yang isunya memang akan didukung oleh SBY,” tegasnya.

Dengan pernyataannya ini Syarief menurutnya ingin menutup peluang Ketua  DPR Marzuki Alie karena memang Marzuki belum pernah  menjadi mentri dan duduk dipemerintahan.

”Dia juga  menutup  peluang Ketua DPD Irman Gusman.Padahal kedua orang itu diundang oleh SBY.

Menurutnya kalau sudah punya agenda dan dicium publik maka ini akan menimbulkan distrust dan membuar masyarakat apiori terhadap konvensi.

“Kalau ini benar terjadi maka ini kali ketua kepemimpinan SBY di PD tidak bisa dipercaya,KLB dan Konvensi.” imbuhnya.

Selain itu, ia menilai pernyataan Syarief ini sekaligus menggambarkan kepempinan SBY maupun di PD yang tidak terkoordinasi dengan baik.

“Seperti kasus kebakaran kemarin, SBY minta maaf, tapi menterinya tidak.Ini juga sama, SBY ngomong apa, mentrinya dan kadernya ngomong apa. Apa Syarief tidak memahami bahasa dan perintah SBY? Atau memang Syarief digunakan untuk testing the water oleh SBY?.

“Semua  bicara bebas dan  mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan inkonsistensi,” tegasnya.

Sebelumnya Syarief Hasan kepada wartawan di sela-sela acara Rakornas di Sahid kemarin mengatakan secara umum salah satu kriteria capres Demokrat adalah memiliki pengalaman di pemerintahan.”Capres kita harus pernah eksis di pemerintahan contohnya pernah menjabat menteri atau pejabat selevel mentri,” ujar Syarief.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.