Senin, 17 Januari 22

Suu Kyi dan Eks Presiden Myanmar Divonis 4 Tahun Penjara

Suu Kyi dan Eks Presiden Myanmar Divonis 4 Tahun Penjara
* Win Myint dan Aungb San Suu Kyi. (ist)

Mantan Pemimin Myanmar Aung San Suu Kyi dan mantan Presiden Myanmar Win Myint yang dikudeta militer, dijatuhi hukuman penjara empat tahun atas dakwaan penghasutan dan pelanggaran aturan Covid-19.

Juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tun, mengatakan bahwa pengadilan menjatuhkan hukuman itu dalam sidang putusan pada Senin (6/12/2021), seperti dilansir CNN News.

Min Tun kemudian mengatakan bahwa Win Myint juga dijatuhi vonis empat tahun penjara atas tuduhan yang sama dengan Suu Kyi.

“[Suu Kyi] dijatuhi hukuman dua tahun penjara di bawah Pasal 505(b) dan dua tahun penjara berdasarkan Undang-Undang Bencana Alam,” ujar Min Tun.

Min Tun kemudian mengatakan bahwa Win Myint juga dijatuhi vonis empat tahun penjara atas tuduhan yang sama dengan Suu Kyi. Meski demikian, Zaw Min Tun menegaskan bahwa kedua tokoh tersebut belum akan dibawa ke penjara. “Mereka masih akan menghadapi dakwaan lain dari tempat di mana mereka berada sekarang,” ucap Zaw Min Tun.

Min Tun menyatakan bahwa Suu Kyi dan Win Myint saat ini berada di Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw. Namun, ia tak mengungkap lokasi kedua orang itu lebih lanjut.

Junta sudah menahan Suu Kyi dan Win Myint sejak militer melancarkan kudeta pada 1 Februari lalu. Sejak saat itu, junta menjatuhkan sederet dakwaan terhadap Suu Kyi, termasuk terkait pelanggaran UU Rahasia Negara, korupsi, hingga kecurangan dalam pemilu.

Jika terbukti bersalah atas semua tuduhan yang dilayangkan padanya, peraih Nobel perdamaian itu terancam hukuman penjara puluhan tahun.

Persidangan Suu Kyi sendiri sangat tertutup. Dalam sidang vonis kali ini pun, jurnalis tak bisa meliput. Pengacara Suu Kyi juga dilarang berbicara kepada media.

Myanmar sendiri masih terus bergejolak sejak kudeta militer. Rakyat masih melawan dengan berbagai cara, sementara junta juga terus berupaya meredam perlawanan.

Berdasarkan data kelompok pemantau lokal, setidaknya 1.300 orang tewas di tangan aparat dan 10 ribu lainnya ditahan sejak kudeta pecah.

Aung San Suu Kyi sudah menghadapi berbagai dakwaan dan sidang sejak kudeta militer Myanmar, hingga akhirnya menerima vonis empat tahun penjara untuk sebagian tuduhan pada hari ini, Senin (6/12/2021).

Pengadilan militer Myanmar menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada dan eks Presiden Win Myint atas tuduhan penghasutan dan pelanggaran aturan Covid-19.

“Suu Kyi dijatuhi hukuman dua tahun penjara di bawah Pasal 505 (b) dan dua tahun penjara berdasarkan Undang-Undang Bencana Alam,” kata Juru Bicara Militer, Zaw Min Tun, kepada AFP.

Ini hanya dua dari sederet dakwaan yang menjerat Suu Kyi. Sejak ditangkap saat kudeta pada 1 Februari lalu, Suu Kyi sudah menghadapi berbagai tuduhan, mulai dari kecurangan pemilu, penghasutan, hingga korupsi.

Dakwaan mulai dijatuhkan dua hari setelah kudeta, tepatnya 3 Februari. Saat itu, Myanmar menjerat Aung San Suu Kyi dengan kasus impor dan kepemilikan walkie-talkie ilegal. Dua pekan kemudian, pada 16 Februari, ia didakwa dengan kasus pelanggaran protokol kesehatan dan UU Bencana Alam.

Junta militer pertama kali menyidang Suu Kyi pada 16 dan 17 Februari secara diam-diam. Persidangan itu digelar sehari lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan.

Saat itu, Suu Kyi masih didakwa dua tuntutan. Pertama, soal kepemilikan walkie talkie ilegal. Kedua, dakwaan melanggar aturan pandemi Covid-19 selama pemilu 2020 lalu.

Lalu pada 1 Maret, Suu Kyi dituduh melanggar aturan publikasi informasi dan memicu ketakutan penduduk. Kemudian pada 18 Maret, ia didakwa korupsi. Ia dituduh menerima suap US$600 ribu Rp8,5 miliar sebelum dikudeta.

Dugaan suap itu dilaporkan oleh Menteri Besar Yangon, Phyo Mien Thein. Menurutnya, suap itu disebut diberikan dalam bentuk emas.

Di akhir Maret, junta juga mendakwa Suu Kyi melanggar Undang-undang Rahasia Negara. Jika terbukti bersalah, petinggi Myanmar itu bisa dihukum hingga 14 tahun penjara.

Dakwaan itu dijatuhkan secara diam-diam. Namun, pengacara Suu Kyi mengonfirmasi, kliennya bersama tiga menteri kabinet dan penasihat ekonomi berkewarganegaraan Australia, Sean Turnell, didakwa melanggar UU Rahasia.

Pada 10 Juni lalu, junta militer kembali mendakwa Suu Kyi terkait dugaan korupsi baru. Dugaan korupsi itu terkait suap dan penyalahgunaan lahan yang ditempati Yayasan Daw Khin Kyi, lembaga amal pimpinan Suu Kyi.

Suu Kyi didakwa dengan UU Anti-Korupsi pasal 55. Jika terbukti bersalah, ia terancam 15 tahun penjara. Kemudian pada 15 Juni lalu, pengadilan Myanmar menyidang Suu Kyi atas kasus pelanggaran pandemi Covid -19 dan impor ilegal walkie talkie. Namun, wartawan tak diizinkan meliput persidangan.

Di hari berikutnya, pengadilan menghadirkan saksi dalam sidang Suu Kyi atas tiga perkara. Namun, saat itu pengadilan hanya mendengar kesaksian tanpa melakukan pemeriksaan silang.

Kasus yang disidangkan ketika itu di antaranya pelanggaran aturan Covid-19, kepemilikan walkie talkie impor ilegal, serta pelanggaran UU Rahasia dan antikorupsi.

Setelah itu, jejak kasus sempat terhenti hingga akhirnya Suu Kyi dilaporkan menghadiri sidang dalam keadaan sakit pada September. (CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.