Sabtu, 23 Oktober 21

Survei Unpad: Kinerja Wali Kota Bandung Memuaskan

Survei Unpad: Kinerja Wali Kota Bandung Memuaskan
* Chairul Anwar.

Bandung, Obsessionnews – Laboratorium Quality Centre (LQC) memaparkan hasil survei terkait persepsi masyarakat terhadap pembangunan Kota Bandung 2015.

LQC Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung memaparkan hasil survei terkait persepsi masyarakat terhadap pembangunan Kota Bandung 2015 di Media Lounge Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (3/3/2016).

Hasil survei dipaparkan langsung oleh ketua tim survei dari LQC departemen statistik Unpad, Yuyun Hidayat.

Survey kerjasama Badan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Bandung tersebut bertujuan memberikan informasi mengenai aspek mutu pembangunan di Kota Bandung yang dapat diperbaiki atau ditingkatkan.

Survey dilakukan dalam dua tahap, pendahuluan (pilot survei) diselenggarkan pada 2-14 Juli 2015 sementara survei persepsi masyarakat terhadap pembangunan di Kota Bandung, dilakukan pada 29 Oktober-14 November 2015.

Pilot survey dilakukan terhadap 540 penduduk Kota Bandung menggunakan pendekatan CIT dan dihasilkan 1398 insiden atau hal yang menjadi concern Kota Bandung degan kategori subjektif ke dalam 24 aspek.

Sementara survei utama dilakukan dengan menggunakan desain multy stage stratified random sampling dengan margin error tak lebih dari 5,2 persen dan tingkat keyakinan 95 persen.

Survey utama menerapkan teknik wawancara langsung terhadap warga Kota Bandung dengan menggunakan kuesioner berisikan 24 aspek dan 95 atribut berdasarkan hasil survei pendahuluan.

Survey pendahuluan ditujukan agar Pemerintah Kota Bandung atau secara spesifik SKPD terkait dapat mengetahui hal-hal yang harus diperbaiki untuk meningkatkan indeks total sehingga mencapai hasil yang memuaskan.

Ada 4 area yang merupakan hasil dari analisis koresponden yang menghasilkan perbedaan concern.

Fakta hasil survei menujukan untuk nilai indeks kinerja Walikota Bandung 2015 pada indeks total sebesar 73,37 persen, hal tersebut menunjukkan kinerja Wali Kota Bandung sudah termasuk memuaskan, jika mengacu pada perhitungan kepmen PAN –RB maka indeks walikota sebesar 81,21 persen dan mencapai kategori sangat baik.

Yuyun Hidayat mengatakan survei ini melibatkan 540 responden untuk survei pendahuluan dan 2100 responden untuk survei utama dengan surveyor sebanyak 20 orang.

Yuyun menekankan melalui survei ini juga agar masyarakat bisa melihat performa pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan- permsalahan Kota Bandung.

“Melalui survei ini kita bisa menilai performa Pemerintah kita dan memliki informasi strategis yang efektif untuk dapat meningkatkan kepuasan warga Kota Bandung,” ujarnya.

Menurutnya, hasil survei ini juga dapat digunakan Pemkot Bandung untuk dapat mengalokasikan dana pembangunan secara tepat tujuan dan tepat sasaran.

Pemkot Bandung disarankan untuk memfokuskan peningkatan kualitas pembangunan berdasarkan hasil interpretasi dalam penelitian.

Lanjut Yuyun, untuk hasil yang efektif orientasi perbaikan dikemas per area bukan perlakuan merata untuk area pembangunan, karena menurutnya hasil penelitian menunjukkan permasalahan pembangunan memiliki kekhasan untuk 4 area hasil clustering.

Hal serupa dikatakan kepala bidang penelitian, pengembangan dan statistik, Chairul Anwar,  yang mengatakan ada tiga tujuan survei yang ingin dicapai yakni ingin memetakan dan mengungkapkan problematika keberhasilan dan keinginan penduduk Kota Bandung secara lengkap rinci dan representatif.

Ketiga, menganalisis dan mengevaluasi hasil survei yang digunakan untuk perumusan kebijakan dan program kerja dan adanya rekomendasi dari pemerintah mengenai kebijakan dan program yang yang perlu dilakukan dalam rangka peningkatan percepatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.