Jumat, 30 Oktober 20

Survei SMRC, Pemilu 2019 PDIP Masih di Atas Angin

Jakarta, Obsessionnews.com – Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei tentang elektabilitas Partai politik. Hasil Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan masih berada dalam posisi atas, dan diprediksi memenangkan Pemilu 2019.

Survei SMRC menunjukkan elektabilitas PDI-P sebesar 21,7 persen, disusul Gerindra menempati urutan kedua dengan 9,3% lalu oleh Golkar 9,0% menempati urutan ketiga. Survei tentang pemilihan partai politik jika dilakukan secara top of mind.

Peneliti senior SMRC Djayadi Hanan mengatakan dengan PDI-P menduduki peringkat teratas menunjukkan pilkada DKI 2017 lalu tidak berpengaruh terhadap perpolitikan nasional.Dari hasil survei SMRC terlihat elektabilitas Jokowi tetap stabil dan Gerindra mulai meningkat.

“Kalau pilkada DKI berpengaruh harusnya PDI-P turun, Gerindra naik tapi ini sama-sama naik, dengan kata lain pilkada DKI tidak mengubah dukungan terhadap partai, ” kata Djayadi saat memaparkan hasil survei SMRC di Jalan Cisadane nomor 8, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia dukungan pada PDI-P stabil karena faktor figur Jokowi. Masyarakat yang memilih PDIP umumnya sudah lekat dengan figur Jokowi, sehingga berdampak pada elektabilitas PDIP. Hal itu sama dengan yang terjadi di 2009 saat Partai Demokrat memenangkan Pemilu karena faktor nama Susilo Bambang Yudhoyono.

“Hal sama juga terjadi seperti Demokrat saat itu SBY jadi itu kemungkinan besar menjelaskan, karena partai-partai itu memiliki tokoh, mengapa penilaian terhadap Jokowi stabil. Maka wajar tingkat kepuasan masyarakat kepada Jokowi menjadi positif pada akhirnya berpengaruh pada partai PDI-P, termasuk juga dukungan Prabowo pada Gerindra,” jelas Djayadi.

“Yang potensial bisa mendekati posisi PDI-P adalah Gerindra karena dia punya tokoh tapi tantangannya tingkat elektabilitas Pak Prabowo jauh di bawah Jokowi,” sambungnya.

Survei ini dilakukan usai pelaksanaan Pilkada DKI. Meski terjadi situasi yang panas di masyarakat dengan mengaitkan isu penistaan agama dengan politik. Menurut Djayadi pilkada DKI tetap tidak mengubah peta dukungan massa dalam hal politik nasional menjelang pemilu dan pilpres 2018 dan 2019 nanti.

“Survei nasional sebelum dan sesudah pilkada DKI dapat menjawab pertanyaan banyak pihak, apakah hasil pilkada DKI mengubah peta dukungan massa dalam politik nasional menjelang pemilu dan pilpres jawabannya tidak,” tutupnya. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.