Sabtu, 14 Desember 19

Survei Semakin Turun, Ridwan Hisjam: Ini ‘Warning’ Bagi Golkar

Survei Semakin Turun, Ridwan Hisjam: Ini ‘Warning’ Bagi Golkar
* Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam. (Foto: Sutanto/Obsession Media Group)

Jakarta, Obsessionnews.com – Harus diakui semenjak Partai Golkar diterpa konflik berkepanjangan, elektabilitas partai berlambang Pohon Beringin ini samakin turun jika mengacu pada hasil lembaga survei. Bahkan terbaru berdasarkan hasil survei dari Litbang Kompas, suara Golkar di Pemilu 2019 hanya mencapai 6,2 persen.

Golkar hanya mampu bertahta di nomor urut keeempat  Partai yang pernah berjaya di masa Orde Baru harus kalah dengan PKB yang menempati urutan ke 3 dengan perolehan 6,3 persen. Survei memang bukan hasil yang pasti. Namun, survei paling tidak bisa dijadikan acuan atau pertimbangan partai untuk melakukan langkah politik yang baru.

Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, survei dari Litbang Kompas tidak boleh dianggap sepele. Justru data ini bisa menjadi peringatan atau warning bagi Partai Golkar untuk berbenah. Kader Golkar hendaknya bisa bekerja keras membuat citra yang baik melalui kerja nyata kepada masyarakat.

“Survei ini tidak boleh diabaikan. Ini menjadi warning bagi Partai Golkar untuk bersikap lebih hati-hati dalam bertindak, dengan tidak melakukan sesuatu yang justru menambah suara Golkar semakin turun,” ujar Ridwan di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi VII DPR DPR RI ini mengatakan, bahwa harus ada langkah strategis bagi Partai Golkar untuk memenangkan pesta demokrasi tahun depan. Misalnya dengan menguatkan konsolidasi di daerah-daerah yang memiliki jumlah suara terbanyak.

“DPP harus mengambil langkah-langkah strategis di dalam menentukan strategi pemenangan pemilu. Terutama daerah-daerah yang penduduknya besar, seperti Jatim, Jabar, Jateng, Sumut,Sulsel, dan semua daerah yang belum tuntas konsolidasi organisasinya,” jelas Ridwan.

Bukan malah sebaliknya, Ridwan berharap ke depan sudah tidak ada lagi kader Golkar yang terjerat kasus korupsi. Diakui kasus korupsi yang menjerat sejumlah kader Golkar beberapa tahun ini ikut menjadi penyebab suara Golkar di daerah menurun, karena ketidakpercayaan masyarakat.

“Kerja-kerja nyata politik di daerah-daerah harus dijalankan. Jangan terpengaruh berita-berita Sosmed, yang membuat para fungsionaris partai hanya terfokus pada Sosmed,” tegasnya. (Albar)

 

Baca juga:

Luhut: Kader Golkar Korupsi Dibuang Saja

DPD Partai Golkar Malang Adakan Santunan Anak Yatim

Suara Golkar Tinggal 4%, Ridwan Hisjam: Butuh Kerja Keras

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.