Jumat, 29 Oktober 21

Survei LSI: 65,70 Persen Inginkan Pilkada Serentak

Survei LSI: 65,70 Persen Inginkan Pilkada Serentak

Jakarta, Obsessionnews – Pemimpin daerah yang dipilih oleh rakyat secara langsung diyakini akan lebih aspiratif. Oleh karena itu, mayoritas publik 65.70% menginginkan pilkada serentak. Dengan pilkada serentak lebih sering, pejabat yang ditunjuk oleh pemerintah pusat tidak akan terlalu lama atau terlalu banyak.

“Jarak antara selesainya masa jabatan seorang kepala daerah dan jadwal pilkada selanjutnya di daerah itu menjadi lebih singkat,” ujar salah satu peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA‬, Fitri Hari di kantornya, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2015).

‪Dia menuturkan, publik laki-laki terpotret sebanyak 68, 50 % yang tak menginginkan terlalu banyak dan terlalu lama kepala daerah dijabat oleh pejabat sementara yang ditunjuk pemerintah pusat.

“Segmen ini memang dianggap lebih aktif dalam politik ketimbang segmen perempuan yang hanya sebanyak 62, 90%,” katanya.

‪Jika di breakdown dari segmen pendapatan, kaum ‘wong cilik’ tidak menginginkan terlalu banyak dan terlalu lama kepala daerah dijabat oleh pejabat sementara yang ditunjuk pemerintah pusat sebanyak 60. 70%. Segmen menengah kebawah ini adalah populasi terbesar dan biasanya tidak mau ambil pusing terhadap dinamika politik di pusat.

“Sedangkan segmen menengah sebesar 66.80%, dan segmen menengah atas sebanyak 70.30 % yang tak menginginkan terlalu banyak pejabat sementara menjabat,” jelas Fitri.

‪menurut survei LSI, masih kata Fitri, publik di pedesaan juga tak menginginkan terlalu banyak dan terlalu lama kepala daerah dijabat oleh pejabat sementara yang ditunjuk pemerintah pusat sebanyak 63.60%. Segmen kota unggul dari segmen pedesaan yang mendukung pilkada langsung lebih cepat sebanyak 69.70 %.

“Penduduk kota umumnya lebih aktif dan sadar politik ketimbang penduduk desa,” pungkasnya.

‪Untuk diketahui, survei ini dilakukan melalui quick poll pada tanggal 5-6 Februari 2015. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. (Purnomo)

Related posts