Kamis, 5 Agustus 21

Survei KedaiKOPI: Hina Al Quran, Elektabilitas Ahok Turun

Survei KedaiKOPI: Hina Al Quran, Elektabilitas Ahok Turun
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat.

Al Quran surat Al Kafirun ayat 6 berbunyi: Lakum Diinukum wa Liya Diin. Artinya, untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.

Surat Al Kafirun ayat 6 itu dapat ditafsirkan seseorang tidak perlu ikut campur agama yang dianut orang lain. Jika ikut campur, maka akan terjadi konflik. Masalah agama memang masalah yang sensitif.

Gubernur DKI Jakarta Basuki yang akrab disapa Ahok tidak menyadari betapa sensitifnya mencampuri urusan agama lain. Ahok yang non muslim membuat umat Islam marah ketika ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 dalam sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016. Ketika itu calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 itu antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pernyataan sikapnya yang diteken Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Gara-gara menghina Al Quran itu Ahok dilaporkan ke Barskrim Mabes Polri oleh beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Selain itu muncul aksi demonstrasi yang menuntut agar aparat penegak hukum menangkap Ahok di Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Makassar, dan lain-lain.

Namun, sejauh ini Ahok belum ditangkap. Oleh karena itu berbagai ormas Islam akan kembali berunjuk rasa di Jakarta pada 4 November mendatang. Demonstasi yang difokuskan di depan Istana Presiden tersebut dikabarkan merupakan demonstrasi besar-besaran.

Ucapan Ahok yang dinilai menghina Al Quran tersebut berdampak pada turunnya elektabilitas atau keterpilihannya. Hasil riset Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) menunjukkan elektabilitas Ahok-Djarot Saiful Hidayat tinggal 27,5 persen. Angka elektabilitas kandidat petahana itu kian dekat ditempel dua pasangan lainnya, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Founder KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan, salah satu penyebab turunnya elektabilitas Ahok adalah adanya pidato di Kepulauan Seribu yang videonya tersebar akhir-akhir ini.

“Ini (turunnya elektabilitas Ahok) usai kejadian Kepulauan Seribu,” kata Hendri dalam rilis survei di Kedai 2 Nyonya, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (30/10).

Data survei KedaiKOPI diambil dalam kurun waktu 19-24 Oktober dari 694 responden yang memiliki hak pilih di 78 kelurahan di 6 kabupaten/kota. Metode survei wawancara dengan teknik multistage random sampling. Margin eror kurang lebih 4 persen dan tingkat kepercayaan 96 persen.

Para warga yang disurvei ini didominasi usia 50 tahun ke atas. Margin error dalam survei ini sendiri sebesar 4 persen dengan tingkat kepercayaan 96 persen.

Dalam survei itu responden disuguhi pilihan terkait faktor-faktor yang membuat tingkat elektabilitas Ahok turun. Hasilnya 54,5 responden menyatakan elektabilitas calon petahana itu turun karena Ahok pernah dicitrakan menistakan salah satu agama.

Kemudian 24,2 persen menyatakan elektabilitas Ahok itu turun karena gaya komunikasinya tidak santun, 10,1 persen menilai karena Ahok kerap melakukan penggusuran. Responden sisanya menyebut karena Ahok pernah dipanggil KPK dan faktor lainnya.

Meskipun elektabilitasnya turun, duet Ahok-Djarot masih unggul dari kompetitornya. Yakni, Ahok-Djarot 27,5 persen, Anies-Sandi 23,9 persen, dan Agus-Sylvi 21 persen. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

MUI Nyatakan Ahok Hina Al-Quran dan Ulama

Ahok Minta Maaf ‘Trending Topic’ di Google

Akhirnya, Ahok pun Minta Maaf!

Parmusi Akan Tuntut Ahok tentang Penistaan Agama Islam

Ahok, Surat Al Maidah 51 dan Kemarahan Umat Islam

Pentolan FPI Ingin Tangkap Ahok

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.