Jumat, 17 September 21

Survei: Elektabilitas Prabowo Salip Jokowi, Poempida: ‘Band Wagon’ Effect Mulai Dimainkan

Survei: Elektabilitas Prabowo Salip Jokowi, Poempida: ‘Band Wagon’ Effect Mulai Dimainkan

Jakarta – Pusat Data Bersatu (PDB) hari ini merilis hasil survei terkini terkait elektabilitas dua pasangan Calon Presiden (Capres) dan Cawapres. Ternyata menurut survai yang di sampaikan oleh PDB elektabilitas Prabowo-Hatta berhasil menyalip elektabilitas Jokowi-JK.

“Elektablitas Prabowo-Hatta (40,8 persen) sekarang unggul dibandingkan Jokowi-JK (32,2 persen),” ujar peneliti senior PDB Agus Herta di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Agus menerangkan, masih ada ruang bagi Jokowi-JK menyalip kembali elektabilitas Prabowo-Hatta. PDB menyarankan agar pasangan capres-cawapres nomor dua untuk memanfaatkan swing voters atau pemilih mengambang.

“Pemilih yang belum menentukan pilihan 15,8 persen. Pasaangan yang bisa memanfaatkan swing voters bisa keluar sebagai pemenang,” ungkapnya.

Agus juga menyampaikan keberhasilan Prabowo-Hatta menyalip elektabilitas Jokowi-JK tidak terjadi semudah membalikkan tangan. Ia menerangkan ada sebuah proses dan juga stagnansi elektabilitas Jokowi.

“Kalau merunut pada tren tidak aneh Prabowo-Hatta bisa leading. Prabowo berhasil salip Jokowi pada 6-11 Juni. Sampai 2 hari lalu, selisih antara Prabowo dan Jokowi makin lebar. Tidak ujug-ujug langsung menang, tapi ada tren positif dan terjadi stagnansi pada Jokowi,” katanya.

Terkait pusat kantung suara, Pulau Jawa menjadi salah satu yang difokuskan para peserta Pilpres. PDB mengungkapkan Jawa Timur akan jadi penentu. Sebab, Prabowo-Hatta unggul di Jawa Barat, sementara Jawa Tengah dikuasai Jokowi-JK.

“Pertarungan di wilayah Jawa Timur sangat ketat. Sampai 1 Juli 2014 belum ada pasangan yang bisa dikatakan menang di wilayah Jatim,” terang Agus.

Hal yang berbeda disampaikan oleh, Jubir Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah menilai bermunculnya lembaga survai yang merilis dan memenangkan salah satu Capres adalah “band wagon” effect.

“Saya melihat berbagai upaya dari pihak sebelah untuk menciptakan yang namanya “band wagon” effect (ikut yang berpotensi menang), mulai dimainkan,” ujarnya saat dihubungi.

Poempida menjelaskan, hal tersebut mulai dari  munculnya berbagai macam hasil dari lembaga survei yang akurasinya dan kredibilitasnya yang kerap dapat diatur sesuai pesanan juru bayar.

Menurut Poempida, ini jelas suatu bentuk kepanikan dari pihak sebelah (Capres lawan), bahwa kemudian terlepas dari upaya berbagai kampanye hitam yang terus berlanjut, intensifnya iklan dan masifnya sebaran atribut, tidak juga dapat mengimbangi Jokowi JK.

“Data yang kami dapatkan secara obyektif dan akurat mengatakan Jokowi-JK sampai detik ini elektabilitasnya tidak tersalip oleh Prabowo-Hatta. Walaupun secara gap perbedaannya mengecil, namun faktanya demikian,”ungkapnya.

Poempida juga mengatakan, potensi kemenangan untuk Jokowi-JK sangat terbuka lebar, karena mesin partai yang mulai panas dan jaringan relawan lebih diintensifkan bergerak 2 minggu terakhir ini.

Selain dari pada itu, kelompok masyarakat yang belum memutuskan pilihan adalah kelompok masyarakat yang kritis. Kelompok ini kemudian akan memilih Capres-Cawapres yang lebih mudah dikritisi.

“Insya Allah di Bulan yang penuh Rahmat ini Allah akan menunjukkan kepada Penduduk Indonesia, bahwa Indonesia patut dipimpin oleh Pemimpin yang baik,”pungkasnya. (Pur)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.