Minggu, 9 Agustus 20

Suroto Pernah Dua Kali Tidur dalam Jangka Waktu yang Lama

Suroto Pernah Dua Kali Tidur dalam Jangka Waktu yang Lama
* Sudah 10 tahun Suroto hanya berbaring di tempat tidurnya. (Foto: detik.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Baru-baru ini perhatian publik tertuju pada Suroto (40), seorang pria asal Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah.

Betapa tidak, sudah 10 tahun Suroto hanya berbaring di tempat tidurnya. Selama puluhan tahun tiduran tersebut, mata Suroto lebih banyak terpejam dan mulutnya tak pernah berbicara.

Ketika sesekali membuka mata, hanya melihat atap rumah dengan tatapan kosong. Suroto yang diketahui tidak dalam kondisi sakit fisik, terbaring di tempat tidur bambu beralaskan tikar.

Melihat kondisi seperti itu, membuat para relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap (MRI- ACT) Salatiga, Jawa Tengah, datang untuk membantu.

Salah satunya, Ardian Kurniawan Santoso. Ardian mengatakan, saat bertatap muka pertama kali, dirinya melihat Suroto sempat meneteskan air mata.

“Seperti mau berbicara tapi tertahan. Nanti secara perlahan diajak berkomunikasi dan dirawat, agar bisa kembali normal,” kata Ardian.

Setelah itu, Ardian bersama sejumlah relawan membantu Suroto potong rambut gimbalnya dan kuku.

Badan Suroto yang sudah jarang mandi pun dibersihkan. Baju pantas pakai pun dikenakan ke pria setengah baya tersebut.

“Tadi juga dimandikan agar lebih segar. Tapi saat ini memang belum bisa berkomunikasi,” ungkapnya.

Tak hanya Ardian, Sujono yang merupakan tetangga Suroto juga ikut menceritakan tentang Suroto. Sujono mengatakan, tiduran dalam waktu lama ini sudah dua kali dialami oleh Suroto.

“Pertama kali dilakukan tahun 1993. Saat itu Suroto tiduran selama 2 tahun,” ujar Sujono.

Namun akhirnya Suroto mau keluar rumah dan merantau ke Bandung. Waktu itu Suroto bekerja 3 bulan, lalu pulang ke kampung.

Di desa, Suroto bekerja sebagai buruh tani. Uang hasil bekerja dia sisihkan untuk membeli motor.

Namun, sebelum keinginannya tercapai, uang yang dititipkan ke ibu telah dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Menurut Sujono, hal itu membuat Suroto kecewa. Suroto pun mulai bertingkah aneh, hingga terlibat kasus hukum. Suroto pun sempat dijebloskan ke penjara.

Setelah keluar dari penjara, dia sempat bertingkah aneh. “Pernah ratusan bambu dijadikan tiang pancang mengelilingi rumahnya,” kata Sujono.

Dia menambahkan, Suroto selama berbaring sering menutup diri ketika dikunjungi warga.

“Matanya selalu tertutup, kalau secara fisik dia sehat. Kalau ada orang asing dia menutup muka dengan sarung atau tikar,” jelas Sujono

Sementara itu, ibu kandung Suroto, Sukanti mengaku tak tahu penyebab anaknya bertingkah aneh.

Suroto setiap hari hanya berbaring di kamar. Kadang matanya terbuka dan hanya menatap atap rumah.Tak hanya itu, Suroto juga jarang sekali makan.

“Makannya juga jarang-jarang, tiga sampai empat hari sekali baru makan. Itu paling satu piring tidak habis,” kata Sukanti.

Untuk diketahui, Suroto yang diketahui tidak dalam kondisi sakit fisik, terbaring di tempat tidur bambu beralaskan tikar, lebih kurang selama 10 tahun. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.