Senin, 23 September 19

Suprajarto, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Suprajarto, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
* Suprajarto. (Foto: Fikar Azmy/Istimewa)

“Tekad saya adalah dapat membawa Bank BRI tidak hanya menjadi bank terbesar di Indonesia, tapi juga Asia Tenggara.”

Diamanahi menjadi Direktur Utama Bank BRI sejak 2017 lalu, Suprajarto berhasil menjaga kinerja keuangan Bank BRI tetap solid, seperti pada Semester I-2019, pertumbuhan Aset BRI Group diperkirakan di atas 11 persen year on year (yoy) yang didorong oleh pertumbuhan DPK di atas 12 persen atau jauh di atas pertumbuhan DPK industri yang hanya mencapai 7,4 persen (yoy). Di sisi lain, pertumbuhan kredit bank berkode emiten BBRI ini diperkirakan tumbuh sekitar 12 persen (yoy) atau juga mampu mempertahankan pertumbuhan di atas industri yang sebesar 9,9 persen (yoy).

Rasio Loan LDR (Loan Deposit to Ratio) diperkirakan terjaga di sekitar 92 persen dan NPL Optimistis dapat ditekan ke sekitar 2,3 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2018 yang sebesar 2,4 persen. “Terkait laba, pada Juni 2019, Bank BRI Optimistis Pertumbuhannya dapat tetap double digit atau tumbuh di atas 10 persen,” ujar Suprajarto.

Peraih The Asian Banker CEO Leadership Achievement Award for Indonesia ini pun mendorong Bank BRI untuk terus berinovasi mengembangkan solusi perbankan digital untuk masyarakat dari perkotaan sampai ke pelosok demi mempermudah layanan keuangan. Sebut saja aplikasi BRISPOT Mikro yang telah diimplementasikan secara nasional sejak Maret 2018. Saat ini, usage/ pemakaian aplikasi sudah hampir 100 persen sehingga dari aspek geografis juga sudah menjangkau sampai ke remote area.

“Bank BRI tidak berhenti berinovasi untuk memberikan pelayanan pinjaman terbaik bagi nasabah UMKM. Aplikasi BRISPOT akan dikembangkan terus, baik dari sisi coverage produk, maupun fitur untuk memudahkan pelayanan pinjaman,” ungkapnya. Sejauh ini, implementasi aplikasi BRISPOT telah memberikan pengaruh pada peningkatan pencapaian bisnis, yakni peningkatan kecepatan proses kredit, yang sebelumnya diputus dalam 3-5 hari setelah dokumen lengkap, kini rata-rata menjadi di bawah 2 hari, bahkan banyak di antaranya dalam hitungan jam.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.