Kamis, 22 Agustus 19

Supermarket Giant Tutup, Apa Penyebabnya?

Supermarket Giant Tutup, Apa Penyebabnya?
* Gerai Giant tutup dengan diskon besar-besaran. (Foto: Suara)

Jakarta, Obsessionnews.com – Satu-persatu bisnis ritel tanah air gulung tikar. Setelah  7-Eleven (Sevel) menyatakan tutup, kini giliran Supermarket Giant dikabarkan akan menutup gerainya yang tersebar di Jakarta pada 28 Juli 2019.

Giant akan menyusul perusahaan ritel induknya, yakni Hero, yang lebih dulu gulung tikar karena tidak kuat dengan adanya persaingan usaha yang begitu ketat. Kini dalam waktu dekat Giant akan menyusul. Bahkan enam gerai Giant yang ada di Jakarta sudah memasang diskon besar-besaran dan mengabarkan kepada konsumen akan segera tutup.

Lantas apa sebenarnya penyebab semakin melemahnya perusahaan ritel di tanah air?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penutupan enam gerai Giant tersebut wajar terjadi. Darmin menyebutkan persaingan usaha yang ketat menyebabkan gugurnya toko ritel. Terlebih serbuan pasar online.

“Itu namanya persaingan antara peritel, ada peritel ini ada peritel model begitu. Wajar itu, kan peritel itu ada macam modelnya, ada yang bentuknya (department) store, ada yang mart,” ungkap Darmin di kantornya, Senin (24/6/2019).

Darmin menegaskan apabila ada yang menutup gerai, artinya usaha tersebut kalah. Darmin mengatakan kekalahan merupakan hal biasa dalam sebuah kompetisi, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Saat ini kata dia, persaingan usaha semakin ketat seiring berkembangnya teknologi informasi.

“Artinya itu hasil dari persaingan, namanya pasar, kalau ada yang kalah dalam persaingan, hal itu normal, jangan dirisaukan,” tegas Darmin.

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah tengah membahas penyebab perusahaan ritel yang berguguran di Indonesia. Hal itu menyusul supermarket Giant yang dikabarkan akan menutup enam gerainya.

“Ya tentu kita lihat pembahasan terkait industri padat karya ini supaya bisa terus berkembang. Nah itu persoalannya apa, ini sedang ditangani satu per satu,” kata Airlangga di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Adapun, kata Airlangga, komunikasi lintas kementerian pun sudah dilaksanakan, khususnya mengenai bagaimana program-program yang mendukung penciptaan lapangan kerja.

“Kalau itu bisa didorong, maka daya beli masyarakat akan terangkat,” tutur Airlangga.

Adapun yang bisa dioptimalkan adalah rencana pemerintah menerbitkan beberapa insentif pajak kepada para pengusaha dan investasi.

“Komunikasi dengan kementerian lain selalu berjalan. Tetapi pemerintah kan sedang mengeluarkan PPh untuk padat karya, jadi ada tax allowance untuk padat karya,” ungkapnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.