Sabtu, 4 Desember 21

Sumbar OP Daging Turunkan Harga

Sumbar OP Daging Turunkan Harga

Padang, Obsessionnews – Daging impor asal Australia saat ini sedang dalam perjalanan menuju Sumatera Barat (Sumbar). Sumbar menerima impor daging sebagai konsekuensi dari harga daging yang tinggi di pasaran. dalam rangka Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Sumatera Barat, Benhur Ngkaimi mengatakan, daging impor beku dengan harga Rp 80 Ribu didatangkan untuk menekan harga daging lokal supaya bergerak ke harga semula.

Daging diimpor asal Australia dijual ke Sumbar melalui metode operasi pasar. Daging impor yang akan dijual tidak ditentukan berapa jumlahnya. “Kalau jumlah sesuai permintaan dari kita. Kita masih menunggu kapan pastinya datang,” katanya kepada obsessionnews.com, Rabu (15/6).

Akan tetapi Benhur menjelaskan, sebelum daging impor sampai, Bulog melakukan operasi pasar menggunakan daging lokal yang telah dibeli dari peternak. Harga operasi pasar untuk daging lokal dibanderol Rp 90 Ribu- Rp 95 Ribu. Lokasi operasi pasar tidak menetap, yakni mengikuti kegiatan pasar murah yang digelar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar ataupun Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

“Kita operasi pasar mulai Rabu 15 Juni 2016, menjual daging lokal. Untuk daging impor kita sebenarnya masih menimbang, karena akan mempengaruhi ketahanan peternak lokal. Kalau harga tinggi mereka dapat untung, sebaliknya jika daging impor masuk mereka akan terpukul memperoleh untung yang sedikit,” ujarnya.

Benhur menambahkan, harga daging di pasarana yang mencapai Rp 120 Ribu masih dalam kategori wajar, karena terjangkau oleh masyarakat. Akan tetapi pemerintah Presiden Joko Widodo menginginkan harga di kisaran Rp 80 Ribu rupiah, sehingga metode operasi pasar dijalankan.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengaku dilema dengan adanya impor. Akan tetapi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, pihaknya tetap akan mengikuti kebijakan operasi pasar daging impor. Sebagai langkah menjaga agar peternak tidak merugi, Irwan menegaskan, ketika daging impor masuk, seluruh kelompok peternak diimbau untuk tidak menjual sapinya hingga harga berhasil distabilkan oleh daging beku.

“Harga mahal peternak untung, tapi konsumen yang keberatan. Tapi kalau impor dalam jumlah besar masuk, harga jatuh, peternak yang rugi. Mereka susah payah melakukan penggemukan, ketika dijual hanya murah. Kalau daging impor banyak masuk, saya akan hubungi penduduk yang memiliki ternak sapi agar tidak menjualnya supaya harga stabil,” katanya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.