Kamis, 23 Mei 24

Sumbar Persiapkan Jalur Kereta Api

Sumbar Persiapkan Jalur Kereta Api

Padang, Obsessionnews – Menindaklanjuti program pemerintah pusat untuk mengembangkan jalur kereta api di Sumatera (trans Sumatera), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah mempersiapkan pembangunan track atau jalur kereta api untuk koridor 8, yang akan menghubungkan Sumbar dengan koridor 6 Pekanbaru, Riau, dan koridor 9 ke Provinsi Jambi.

Sesuai dengan masterplan jalur kereta api trans sumatera, sebagaimana MoU dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan bersama gubernur se Sumatera, jalur koridor 8 melingkar dari Indarung, Pelabuhan Teluk Bayur menuju ke Padang, Lubuk Alung, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto, Muaro Sijunjung, dengan total panjang 191,8 Kilometer. Selain itu juga terdapat jalur Duku menuju ke Bandara Internasional Minangkabau sepanjang 4 Kilometer, serta jalur potong atau shortcut dari Padang menuju Solok sepanjang 55 Kilometer.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

“Pekerjaan tahap awal, jalur di wilayah Muaro Kabupaten Sijunjung, karena titik tersebut menjadi penyambung ke Muaro Bungo Jambi dan Pekanbaru Provinsi Riau. Saat ini rel sudah ada, mulai dari Padang hingga Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, sedangkan menuju Muaro Sijunjung hanya tersisa jalur saja, karena jalur itu sudah lama tidak terpakai,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten Sawahlunto dan Sijunjung, serta PT Kereta Api Divisi Regional 2 Sumatera Barat, di ruang rapat kantor Gubernur Sumbar, Jumat (30/1/2015).

Irwan Prayitno mengatakan, pertenahan Februari 2015 tim dari Dinas Perhubungan Sumbar yang dibantu PT KAI Divre 2 Sumbar beserta Pemkab Sijunjung akan melakukan pengecekan jalur, serta menghitung kebutuhan anggaran yang akan diajukan ke pemerintah pusat berikut ganti rugi bangunan yang terkena jalur kereta api.

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, rel kereta api dari Muaro Kalaban Sawahlunto menuju ke Muaro Kabupaten Sijunjung tidak harus dibangun di jalur yang lama, tetapi melewati wilayah perkebunan, perdagangan dan perkotaan, sehingga ke depan memiliki manfaat ekonomi. Selain itu juga menghindari wilayah rawan banjir dan longsor.

“Rel kereta api dibuat harus mempertimbangkan nilai ekonomis. Jika dulu trasenya belok-belok, sekarang kita buat lurus biar laju kereta lebih cepat, karena kereta kita bukan lagi uap seperti zaman Belanda. Proyek ini semuanya ditanggung APBN. Jadi, kita di provinsi dan kabupaten/kota tidak perlu khawatir. Masalah pembangunan hingga pembebasan lahan yang dibutuhkan akan ditanggung pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, jika rel kereta api menuju ke Muaro Sijunjung selesai dikerjakan, selanjutnya akan dilaksanakan pembangunan jalur potong dari Padang menuju ke Solok, serta mengaktifkan kembali jalur dari Padang Panjang menuju ke Bukitinggi dan Payakumbuh.

Dalam kesempatan yang sama Manager Prasarana PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional 2 Sumbar Bondan mengatakan, jalur ke Muaro sebaiknya memang dibuat baru, karena jalur yang ada saat ini merupakan daerah rawa.

“Jalur sekarang itu rawa. Kalau kita mengacu fungsi kereta api untuk angkutan barang dan orang, maka jalurnya harus melewati daerah kota dan wilayah yang memiliki hasil bumi. Kalau pembangunan rel ini perkilometernya memakan biaya mencapai Rp 35 miliar per kilometer,” paparnya. (Musthafa Ritonga)

 

Related posts