Kamis, 26 Mei 22

Sumbar Dapat Dana DIPA 2016 Sebesar Rp20,13 Triliun

Sumbar Dapat Dana DIPA 2016 Sebesar Rp20,13 Triliun
* Ali Asmar.

Padang, Obsessionnews – Pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) berikut satuan kerja (Satker) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). DIPA yang diterima Sumbar untuk tahun 2016 meningkat 13,8 persen atau sebesar Rp2,91 Triliun dari Rp17,21 triliun yang diterima tahun 2015.

DIPA yang diterima Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar, Reydonnyzar Moenek dari Presiden Joko Widodo, pada Senin (14/12), Kamis (17/12) diserahkan ke kabupaten/kota yang ada di Sumbar oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar  Ali Asmar.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Ali Asmar mengatakan, total DIPA tahun 2016 untuk tahun 2016 sebesar Rp20,13 triliun.

“Dana pusat ke daerah bertambah. Ini harus kita sikapi dengan melaksanakan instruksi Presiden terkait percepatan penggunaan anggaran. Setelah DIPA diserahkan ke Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan langsung menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. Saat ini, proses lelang dan tender kegiatan dalam APBD 2016 bisa dimulai, namun penandatanganan kontrak lelang dan tender tersebut tetap harus menunggu APBD ditetapkan,” kata Ali Asmar usai penyerahan ke kabupaten kota dan satker di Auditorium Gubernuran, Kamis (17/12).

Dari total dana yang diterima, dana transfer keseluruhan DIPA Sumbar berikut 19 kabuaten/kota, terdiri dari dana bagi hasil (DBH) pajak Rp478,7 miliar. Kemudian dana dana bagi hasil (DBH) sumber daya alam Rp61,7 miliar, dana alokasi umum (DAU) Rp12,9 triliun, dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp2,4 triliun, DAK non fisik Rp3,4 triliun dan dana desa Rp598,6 miliar.

Khusus DIPA Pemprov Sumbar mencapai Rp2,6 triliun dengan rincian, DBH pajak Rp144 miliar, DBH SDA Rp7,7 miliar, DAU Rp1,2 triliun, DAK fisik Rp152 miliar, DAK non fisik Rp1 triliun.

Ali Asmar mengingatkan bupati/walikota dan satuan kerja dilingkungan Pemprov Sumbar dan kabupaten/kota, bahwa dana DIPA yang diterima harus digunakan seluruhnya hingga akhir tahun sesuai dengan peruntukannya. Oleh sebab itu, dana tersebut harus segera dicairkan lebih awal.

Sementara, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatera Barat, Supriyo mengatakan, DIPA untuk Sumatera Barat yang meningkat yakni dana transfer dan dana desa, dengan prosentase 14,98 %. Sementara yang mengalami penurunan yakni DIPA untuk satuan kerja (satker) vertikal.

“DIPA satker-satker vertikal justru menurun sekitar 11 persen. Ke depan DIPA untuk satker vertikal bisa naik, ditentukan oleh kinerja satker yang bersangkutan,” ujar Supriyo. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.