Minggu, 19 September 21

Sumbar Belum Kemasukan Beras Plastik Berbahaya

Sumbar Belum Kemasukan Beras Plastik Berbahaya

Padang, Obsessionnews – Beras sistesis atau beras dari bahan plastik yang membahayakan kesehatan manusia, ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, pemerintah daerah Sumatera Barat (Sumbar) mengklaim belum menemukan beras yang dimaksud di wilayahnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Muslim Kasim, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan penjualan beras sintetis di berbagai pasar di Sumbar. Namun, pemerintah setempat monitoring ke pasar-pasar harus dilakukan, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pedagang.

Slain itu, pengawasan ke lapangan oleh Badan Urusan Logistik, Dinas Perdagangan, dan pihak terkait lainnya, tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya beras sintetis ke pasar-pasar di Sumbar.

“Saat ini beras sintetis belum kita temukan. Tapi, Bulog tetap harus monitoring ke lapangan. Kalau sempat ada beredar di daerah kita, kan rusak juga image kita, padahal kita penghasil beras kualitas bagus,” ungkapnya usai mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Padangm Rabu (20/5/2015).

Ia menegaskan, setelah ditemukan beras tersebut di daerah lain, pedagang beras Sumbar juga harus berhati-hati ketika membeli beras untuk dijual lagi kepada masyarakat. Masyarakat juga harus lebih teliti membeli beras, tidak sekedar membeli beras dengan harga yang murah, karena beras itu dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

“Beras sintetis yang mengandung senyawa plastik, akan sangat berbahaya, jika masuk ke dalam tubuh. Bahaya yang dapat ditimbulkan, bisa menyebabkan kerusakan organ, seperti gangguan hati dan gagal ginjal serta kanker,” tuturnya.

Berdasarkan penelitian ahli kesehetan, plastik bisa bertahan puluhan tahun meskipun sudah terkubur dalam tanah. Kondisi demikian akan sangat berbahaya, apalagi kalau dimasukkan ke perut.

“Plastik itu tidak hancur meskipun sudah dikubur selama puluhan tahun, apalagi kalau dimasukkan ke perut kita, kan bahaya. Pedagang juga harus teliti dan cermat, jangan sekedar mendatangkan beras murah. Pembeli juga harus jeli, meskipun beli ditempat langganan, justru langganan yang bisa tertipu,” ujar Muslim.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat Zaimar mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan ke sejumlah pasar. Dari hasil monitoring di langapan, pihaknya tidak menemukan peredaran beras sintetis.

Pihaknya setiap hari melakukan monitoring ke pasar-pasar untuk melakukan pengawasan sebagai upaya antisipasi agar jangan terlanjur beredar. Meski demikian, ia meminta kepada masyarakat sebagai konsumen agar melaporkan pada Disperindag jika menemukan dugaan beras sintetis. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.