Minggu, 12 Juli 20

Suksesi dan Reformasi

Suksesi dan Reformasi
* Agus Mualif Rohadi.

Adanya viral tentang gugatan terhadap Bpk Amien Rais yang dianggap tidak layak sebagai Bapak Reformasi, saya merasa wajib meluruskan sesuai apa yang sedikit saya ketahui.

Sampai saat ini, tidak ada yang pernah mengisukan atau mengangkat Bpk Amien Rais sebagai Bapak Reformasi.

Pak Amien Rais memang bukan orang yang mengangkat isu reformasi. Pak Amien Rais adalah orang yang mengangkat isu SUKSESI (turunkan Suharto) dan memimpin langsung gerakan SUKSESI.

Pencetus dan Pembawa isu REFORMASI Damai Konstutusional adalah Bpk Nurccholis Madjid.

Makalah Nur Cholis Madjid dan makalah makalah lainnya diseminarkan KAHMI JATIM tahun 1996 di Surabaya dan saya bukukan dengan judul sesuai tema seminar yaitu ORDE BARU DAN VISI MASA DEPAN (berupa makalah dan transkrip diskusi serta ringkasannya). Buku ini saya sebarkan ke seluruh ormas dan partai dari tingkat pusat sampai kabupaten, termasuk jajaran ABRI dari Mabes sampai Korem.

Setelah itu, mulai berkembang isu REFORMASI yang kemudian bertemu dengan isu SUKSESI (yang lebih dahulu muncul). Reformasi adalah langkah apa yang perlu ditempuh setelah suksesi berhasil.

Bapak Amien Rais bahkan tidak bersedia bergabung dalam tim transisi yang dibentuk Presiden Soeharto karena tidak ingin gerakan suksesi diambil alih kendalinya oleh kekuasaan saat itu.

Setelah adanya tim transisi itu, yang justru berubah menjadi sinyal bahwa Presiden Soeharto ingin segera mundur, justru memunculkan gerakan mundur beberapa menteri dari kabinet yang membuat Presiden Soeharto semakin sulit untuk menyusun kabinet baru, dan pemerintah menjadi semakin lemah. Friksi di kalangan ABRI dan Golkar semakin mencuat ke permukaan.

Kemudian dengan tekanan demo mahasiswa yang semakin besar ke DPR yang salah satunya mengakibatkan tragedi semanggi, akhirnya memaksa Presiden Soeharto mengundurkan diri.

Dan ketika setelah pemilu yang dilaksanakan Presiden Habibie, Ketika Presiden di jabat oleh Gus Dur, Amien Rais jadi ketua MPR dan Akbar Tanjung jadi Ketua DPR, maka langkah langkah reformasi mulai dilakukan secara konstitusional. (Agus Mualif Rohadi, Aktivis)

AMR/1942018

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.