Senin, 19 Agustus 19

Kisah Bank BRI Sukses Kucurkan Dana KUR

Kisah Bank BRI Sukses Kucurkan Dana KUR

Jakarta, Obsessionnews.com – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia telah memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 98% perusahaan di Indonesia merupakan UMKM  yang mampu menyumbang 57% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 60 persen tenaga kerja.

Namun demikian UMKM sering kali menghadapi kendala, di antaranya kurangnya informasi maupun akses untuk memperoleh kredit/pembiayaan, sehingga membatasi pertumbuhan dan peluang investasi mereka. Karena itu pemerintah mencanangkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejak 2007.

Program ini bekerja sama dengan para bank-bank plat merah atau milik Badan Usana Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang ikut berperan dalam pengembang UMKM melalui program KUR ini. ‎ BRI selaku bank penyalur KUR terbesar dengan tingkat non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah  yang paling kecil dibandingkan bank penyalur lainnya.

Mengapa BRI dianggap paling sukses dalam merealisasikan program KUR? Sebab, BRI adalah satu-satunya bank terbesar di Indonesia yang yang memiliki banyak cabang di daerah dan di pelosok-pelosok negeri. ‎BRI juga selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat misalnya dalam usaha mikro kecil dan menengah dalam menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, selama kuartal ke III tahun 2016, BRI telah berhasil menyalurkan dana KUR sebesar Rp 52,58 triliun dari target yang dicapai sebesar Rp 69.5 triliun.‎ Mayoritas penyaluran KUR tersebut tertuju ke sektor perdagangan sebesar 60% dan pertanian sebesar 20%.

Sedangkan untuk sektor perikanan dan industri jasa masing-masing mendapatkan bagian masing-masing 10%. ‎ Direktur UMKM BRI, Muhammad Irfan, mengungkapkan, ‎realisasi penyaluran KUR tersebut, kebanyakan didominasi oleh sektor mikro dengan nilai sebesar Rp 46,52 triliun. “Lalu disusul sektor ritel sebesar Rp 7,06 triliun,” ungkap Irfan.

Untuk mendukung program KUR ini, BRI menggunakan unit kerja yang mengakar dan terbesar di Indonesia dengan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) real time online.

BRI sendiri telah memiliki 10.612 jaringan kerja konvensional yang terdiri dari 8.539 jaringan mikro termasuk Teras BRI dan Teras BRI Keliling, 983 kantor kas, 603 KCP, 467 kantor cabang, serta 19 kantor wilayah yang terhubung real time online. Semua ini untuk mendukung adanya program KUR.

Berikut Kisah Sukses masyarakat yang menerima program KUR di BRI Sragen, Jawa Tengah.

‎1. Suparno warga Ngoncol RT 001 RW 007 Nglorog, Sragen, yang merasakan kucuran KUR. Lelaki kelahiran 1967 ini merupakan petani bawang dan syuran yang lama yakni 9 tahun. Pertama kali mendapatkan KUR mendapatkan Rp 20juta yang digunakan untuk menyewa tanah, biaya buruh, pembelian pupuk, bibit lainnya.

Suparno merupakan nasabah yang mendapat KUR BRI dengan kriteria khusus yaitu membayar cicilan dengan sistem musim, maksudnya pembayaran dilakukan dengan sistim musim yaikni dalam satu tahun pembayaran dengan pembayarn selama 4 kali, atau 3 bulan sekali.

Suparno mengaku terbantu dengan adanya program KUR. Sehingga usaha pertaniannya itu semakin maju. Suparno bercerita jika pernah dari modal Rp 20 juta dia mendapatkan keuntungan bersih Rp 40juta dalam sekali panen.

Suparno dalam sekali musim mempekerjakan sebanyak 10 pekerja yang diupah secara harian. Namun menurutnya tetap mendapat keuntungan dan dapat membayar pinjaman sesuai dengan waktu yang ditetapkan pihak bank. “Semuanya saya lakukan dengan cermat, Alhamdulillah sampai saat ini sudah mendapat banyak berkah dan KUR sangat membantu saya,”kata Suparno.

2.‎ Mulyono dan istrinya Paryanti pengusaha bata merah di Sukorejo Rt26/RW 09.

Mulyono mendapatkan KUR sejak tahun 2010 sampai saat ini telah 5 kali mendapat pinjaman yaitu yang terakhir pada bulan April 2014. Ia mendapatkan informasi KUR dari tetangganya. Dana yang didapatnya dipakai untuk menambah modal usahanya yaitu membuat batu bata merah dan dijual ke pasaran.

Mulyono mengaku petugas BRI tidak mempersulit ketika dia mengajukan KUR. KUR yang diterimanya sangat membantu dan membuat usahnya semakin maju. “Petugas atau mantra KUR sangat membantu, mempermudah, dan banyak memberi masukan agar usaha semakin maju,” kata Mulyono.

Dari pengakuannya, Mulyono bercerita bahwa proses pencairan KUR juga relatif cepat hanya dua hari langsung cair. “Tidak ribet dan sangat mudah, hanya dalam dua hari kerja langsung cair, kata Mulyono.

Usaha Mulyono sejak pinjaman pertama sampai kelima kali ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Saat ini Mulyono dapat dengan mudah membeli bahan untuk pembuatan batu bata merah. Menurutnya, usaha pembuatan batu bata merah kadang sangat membutuhkan biaya yang sangat besar karena kadang pesanan sangat tinggi.

Awalnya Mulyono tidak berani mengambil pesanan yang banyak karena terkendala modal, belum lagi Mulyono takut jika meminjam akan kena bunga yang tinggi. beruntung usaha yang dikelola bersama istrinya tersebut mengetahui info tentang KUR sehingga pasangan suami istri dengan dua anak ini dapat menambah modal dan tidak takut menerima pesanan yang besar lagi.

3. BRI Cabang Sragen juga memberikan KUR kepada Sumardi bersama istrinya Sri Suparni. Mereka mendapatkan KUR pertama kali pada bulan bulan Agustus 2011 sebesar Rp 5juta dengan cicilan sebesar Rp 1,9 perbulan selama 12 bulan.

Pinjaman kedua pada 03 Agustus 2012 sebesar Rp10 juta dan berlanjut pada 20 Agustus 2013 dengan pinjaman sebesar Rp 10juta dibayar secara musiman selama setahun. Terakhir Sumardi mendapat KUR pada bulan Agustus 2014 sebesar Rp 10juta.

Suamrdi mendapat KUR untuk mengembangkan usahanya di bidang hasil bumi, tani padi, dan ternak sapi. Sumardi mengaku usahanya semakin berkembang dan maju berkat pinjaman yang diterimanya. Sumardi mendapat keuntungan yang lumayan untuk tiap musim penjualan sapinya.

Angsuran dibayarkan secara berkala yaitu tiap 4 bulan dapat rutin dibayar oleh Sumardi dari hasil penjualan sapinya. “Waktu mendapatkan modal saya langsung belikan sapi dan Alhamdulillah berkembang usaha saya sampai sekarang,” kata Suamrdi yang ditemui di ruamhnya.

Sumardi mengaku mendapatkan info KUR dari tetangganya, kemudian Sumardi mencoba bertanya lebih lanjut ke kelurahan. Berbekal informasi yang diterimanya, Sumardi ke BRI mencoba mengajukan Kredit Usaha Rakyat.

Dari ceritanya Sumardi mengaku mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak mantri KUR. Hanya berselang tiga hari dari waktu pengajuan, kredit yang diajukannyapun cair, Sumardi senang sekali dan ayah 2 anak inipun mengajak teman-temannya untuk ikut mengajukan KUR.

“Prosesnya cepat sekali hanya tiga hari sudah langsung cair, rencananya saya akan mengajukan lagi, semoga bisa bertambah besar jumlahnya,” kata Sumardi. (Albar/setkab.go.id/kur)

Related posts

1 Comment

  1. Hendro

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Industri kecil dan mikro. Industri kecil dan mikro berbagai aspek merupakan suatu ilmu yang sangat penting untuk dipelajari untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan tentang industri kecil dan mikro dalam kehidupan sehari-hari. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai pengembangan segala bidang yang dapat dilihat di Industri kecil dan mikro

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.