Sabtu, 28 Mei 22

Sukmawati Akhirnya Minta Maaf

Sukmawati Akhirnya Minta Maaf
* Sukmawati Soekarnoputri menggelar jumpa pers di Warung Daun Cikini, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Jakarta, Obsessionnews.com – Putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri, akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas puisi Ibu Indonesia yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018. Dia merasa puisi itu telah memantik reaksi dari sebagian kalangan umat Islam Indonesia.

“Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” kata Sukmawati dalam jumpa pers di Warung Daun Cikini, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

“Selain itu, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Aventie dan keluarga, serta apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fashion designer Indonesia agar tetap berkreasi dan produktif,” ucap Sukmawati.

Namun demikian, Sukmawati memberikan klarifikasi atas maksud dari puisi yang dibacakan. Menurut dia, puisi Ibu Indonesia sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni Cultural Identity, yang mana semata-mata merupakan pandangannya sebagai seniman dan budayawati, serta murni karya sastra Indonesia.

“Saya mewakili pribadi, tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya, putri seorang Proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi Assyaukah,” jelas Sukmawati.

Dia mengatakan, puisi Ibu Indonesia adalah salah satu puisi yang ditulisnya, yang menjadi bagian dari  Buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi Ibu Indonesia itu ditulis sebagai refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan yang semata mata dibacakan untuk menarik perhatian anak-anak bangsa supaya tidak melupakan jati diri Indonesia asli.

“Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan dari melalui suara kebudayaan sesuai dengan tema acara. Saya pun tergerakkan oleh cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang berkemajuan sebagaimana cita-cita Bung Karno,” katanya.

“Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbhinneka, namun tetap tunggal ika,” sambung Sukmawati. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.