Sabtu, 4 Desember 21

Sudah Usaha Hafalkan Qur’an Tapi Tak Kunjung Hafal?

Sudah Usaha Hafalkan Qur’an Tapi Tak Kunjung Hafal?
* Ilustrasi menghafal Al-Qur'an. (Shutterstock.com)

Bagaimana kalau kita sudah berusaha menghafal Al-Qur’an tetapi tidak kunjung hafal juga? Sudah berkali-kali mencoba, selalu lupa. Hari ini hafal halaman 3, yang kemarin halaman 2 sudah tidak ingat. Capek, payah, jera dan mau putus asa rasanya?

Ketahuilah, Al-Qur’an adalah rahmat Allah dan putus asa adalah kesesatan serta pebuatan orang sesat.

ومن يقنط من رحمة ربه إلا الضآلون

Hanya orang-orang tersesat yang berputus asa dari rahmat Allah. (al-Hijr: 56)

Maka itu, berikut adalah kabar gembira dan motivasi bahwa tidak hafal-hafal Al-Qur’an adalah menyenangkan.
Simak ulasan di bawah ini :

1. Double Rewards

Satu huruf Al-Qur’an, satu kebaikan dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya diganjar dua kebaikan.
Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda. Rasulullah SAW bersabda,

الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran tergagap-gagap akan mendapatkan dua pahala.

2. Prime Time

Al-Qur’an, seluruhnya adalah kebaikan. Tak hafal-hafal ketika mencoba menghafalnya berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik, bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan!
Beruntunglah.

3. Pahala Niat Tahfidz Al-Qur’an

Ketika Anda menghafal Al-Qur’an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah ﷺmenyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qori (hafidz), padahal hafalan mereka belum sempurna.

4. Kepuasan Tersendiri

Tahfidz Al-Qur’an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah dan nyaman, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Tersenyumlah.

5. Terhindar dari Maksiat

Ketika menghafal menjadi sulit dan tak kunjung berhasil, dapat dipastikan selama itu indra mata, telinga, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih, semakin baik.

6. Tak Sia-sia Menghafal al-Qur’an

Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati belum tamat hafalannya.

7. Menggugurkan Dosa

Adakalanya kita banyak berbuat maksiat. Baik yang terasa maupun tidak, sengaja maupun tidak. Semoga gagal hafal adalah kifaratnya saat tidak ada tebusan dosa kecuali itu.

8. Disayang Allah

Tak hafal-hafal mungkin karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, perlu dipertanyakan kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai.

9. Lelah yang Terbayar

Setiap kali menghafal, kemudian lupa tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap payahnya dicatat sebagai amal shalih. Semakin susah semakin shaleh.

Allah adalah al-Khaliq bukan makhluk seperti manusia. Manusia tidak akan menghitung dan menghargai kegagalan kita.

Tapi, Allah akan memberi nilai dan mensyukuri setiap usaha hambanya, sekecil apapun.

…وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

…Siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
(Asy-Syura: 23)

10. Road to Ikhlas

Melihat semua hikmah di atas, sulit menghafal kitab suci Al-Qur’an, tandanya Anda di pintu hidayah. Berarti Anda sedang dijauhkan dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Wallahu alam.

(Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.