Jumat, 7 Agustus 20

Sudah Siapkah Kita Menghadapi AEC 2015 ?

Sudah Siapkah Kita Menghadapi AEC 2015 ?

Sudah Siapkah Kita Menghadapi AEC 2015 ?

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) adalah komitmen bersama anggota-anggota ASEAN untuk menyatukan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.  Pada 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku.  Pada tahun 2015 pergerakan barang, modal, jasa, investasi dan orang yang telah disepakati akan bebas keluar masuk di antara negara anggota ASEAN, alias tanpa hambatan baik tarif maupun nontarif.

MEA (AEC) sudah di depan mata, maka persiapan yang matang merupakan suatu keharusan.  Disadari atau tidak tahun 2015, sudah tinggal beberapa minggu lagi, apa yang harus dipersiapkan? Bagaimana dengan kesiapan Indonesia? Apakah sudah siap menghadapi tantangan masyarakat ekonomi ASEAN 2015?

Hendri Wasito MSc Apt memberikan acungan jempol bagi Thailand dalam mempersiapkan Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) di semua lini kehidupan di negeri Gajah Putih tersebut.  Hendri Wasito MSc Apt adalah Dosen Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah dua bulan yang lalu baru menyelesaikan Sudi Master (S2), Master of Science in Pharmacy Program (Pharmaceutical Chemistry) dari Faculty of Pharmacy, Mahidol University, Bangkok, Thailand.

Berikut hasil wawancara dengan Hendri Wasito MSc Apt tentang kesiapan Thailand dalam menghadapi MEA (AEC), hasil wawancara tersebut dikirim ke media cetak dan elektronik di berbagai kota di Indonesia:

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Asean economic community (AEC) akan diberlakukan di negara-negara anggota ASEAN tahun depan yang akan datang, dalam waktu dekat ini, tepatnya dibulan Desember 2015. Sudah tahukah kita tentang MEA (AEC) 2015?

Secara umum dengan diberlakukannya MEA (AEC) yang waktunya akan datang, akan semakin besar dan semakin mudah aliran modal, barang, jasa, dan tenaga kerja terdidik antar negara anggota ASEAN.  Hal ini berarti akan semakin banyak warga negara asing dari negara-negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN seperti pelajar dan mahasiswa, tenaga pendidik professional, turis, pekerja, pedagang, pelaku bisnis, artis dan pelaku seni, serta profesi lainnya yang akan berkolaborasi dan berseliweran di negara kita.

Sudah siapkah kita selaku salah satu negara anggota ASEAN untuk menyongsong ASEAN sebagai One Vision, One Identity, and One Community.  Jika kita melirik salah satu negara tetangga kita, Thailand yang luas wilayahnya tak seluas pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk tak sepadat penduduk pulau Jawa, kita patut memberikan acungan jempol bagi mereka dalam mempersiapkan MEA (AEC) di semua lini kehidupan di negeri Gajah Putih tersebut.

Salah satu sektor yang dioptimalkan oleh negara tersebut untuk mempromosikan dan mempersiapkan MEA (AEC) 2015 adalah di sektor pendidikan.  Gaung MEA (AEC) mulai dikenalkan bahkan dari mulai bangku taman kanak-kanak dengan mengenalkan anak-anak akan negara-negara anggota ASEAN beserta dengan budayanya dari masing-masing negara, maka tidak heran jika kita akan mudah melihat poster-poster tentang budaya negara anggota ASEAN di sekolah-sekolah taman kanak-kanak dan sekolah formal lainnya.

Begitu juga dengan bendera-bendera negara anggota ASEAN akan mudah kita jumpai di sekolah-sekolah formal mulai dari taman kanak-kanak hingga di perguruan tinggi.  Mungkin inilah salah satu cara paling sederhana untuk mengenalkan dan mempersiapkan MEA (AEC) bagi generasi mereka paling kecil yang akan menjadi ujung tombak keberlangsungan negeri tersebut dimasa yang akan datang disamping tentunya mereka sudah mempersipkan strategi lebih besar tuk menghadapi MEA (AEC) ini.

Strategi yang dilakukan oleh sektor pendidikan tinggi negara tersebut tentu lebih professional dan lebih massif.  Seminar-seminar yang membahas seluk beluk mengenai MEA (AEC) dengan tinjauan yang lebih komprehensif banyak dilakukan di perguruan-tinggi yang tidak hanya yang berada di kota besar seperti Bangkok namun bahkan sampai di kota-kota pinggiran negara tersebut bahkan sampai propinsi yang berada di perbatasan.

Festival-festival budaya ASEAN dengan kulinernya banyak diselenggarakan oleh universias di Thailand secara regular.  Bahkan bahasa-bahasa negara anggota ASEAN termasuk salah satunya yang diminati oleh mahasiswa Thailand adalah belajar Bahasa Indonesia, sepertinya mereka berusaha mempersiapkan dirinya untuk mengekspansikan keahliannya di negeri kita ketika mereka setelah lulus dari universitasnya.

Beberapa beasiswa bagi warga negara ASEAN pun banyak ditawarkan perguruan tinggi Thailand yang berusaha untuk menjadi pusat pendidikan terkemuka di ASEAN kedepan.  Negara Indonesia dengan luas wilayah termasuk didalamnya adalah kekayaan alamnya yang lumayan banyak serta jumlah penduduk terbesar menjadi daya tarik tersendiri sebagai lahan ekspansi dan pasar yang menjanjikan bagi mereka.

Dalam suatu lingkungan persaingan tentu hanya akan ada dua kemungkinan to be winner or loser, ketika kita tidak mengantisipasi dan mempersiapkan dengan baik dari mereka, tentu kita hanya akan jadi pecundang di negeri sendiri yang memiliki wilayah paling luas dan paling padat penduduknya diantara negara-negara lain anggota ASEAN dengan sumber daya alam melimpah yang kita miliki. (Ars)

Related posts