Minggu, 12 Juli 20

Sudah Saatnya Mengedukasi Masyarakat Dengan Tegas

Sudah Saatnya Mengedukasi Masyarakat Dengan Tegas
* Zudan Arif Fakrulloh.

Sudah hampir 75 tahun Indobesia merdeka, sudah saatnya pula Indobesia memiliki data penduduk yang akurat dan by name by address berbasis single identity number (SIN). Untuk itu ketunggalan data penduduk merupakan faktor kunci.

Menilik dari sejarah adminduk Indonesia, saya mengakui masih banyak penduduk Indonesia yg pada masa lalu memiliki banyak alamat dan banyak ktp. Tidak ada pilihan lain utk mewujudkan ketunggalan data penduduk maka KTP el adalah faktor penentu. Prinsipnya satu penduduk, satu alamat , satu KTP el.

Program KTP el sudah berjalan hampir 7 tahun. Cakupan perekaman sdh 97,21 %. Artinya, hanya tinggal 2,79 % lagi data penduduk yg belum dijamin tunggal.

Selaku Dirjen Dukcapil, saya mendorong masyarakat proaktif merekam datanya. Masyarakat yang cuek dan tidak mau melakukan perekaman perlu diedukasi secara tegas.

Dirjen Dukcapil membuat kebijaksn Penduduk yang berumur 23 tahun ke atas dan belum merekam KTP-el sejumlah 2,603,262 jiwa dinonaktifkan dengan cara melakukan pemblokiran NIK pada data warehouse yang digunakan datanya untuk Perbankan, Asuransi, BPJS, pembuatan sim, pasport, NPWP dll.

Selanjutnya, setiap instansi pengguna yang menggunakan NIK untuk pelayanan publik, pada saat NIK nonaktif tersebut diakses maka akan muncul pesan “DATA ANDA DINONAKTIFKAN. UNTUK MENGAKTIFKAN KEMBALI, SILAHKAN LAKUKAN PEREKAMAN KTP ELEKTRONIK DAN MELAPORKAN DIRI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL”

Instansi pengguna menginformasikan kepada penduduk tersebut untuk segera melakukan perekaman pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

Ditjen Dukcapil setiap hari akan melakukan update perekaman untuk mengaktifkan NIK penduduk non aktif pada data warehouse jika penduduk yang bersangkutan sudah melakukan perekaman dan berstatus tunggal.

Strategi ini ditempuh dengan pertimbangan yang matang dan tidak akan mengganggu hak konstitusional penduduk dalam Pileg dan Pilpres.

Jakarta, 10 Januari 2019
Dirjen Dukcapil Kemendagri
Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.