Selasa, 14 Juli 20

Sudah Dua Kali PKS Diajak Jokowi Gabung Koalisi

Sudah Dua Kali PKS Diajak Jokowi Gabung Koalisi
* Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Bidang Politik Hukum dan HAM, Al Muzzammil Yusuf

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Bidang Politik Hukum dan HAM Al Muzzammil Yusuf mengakui partainya diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bergabung dalam koalisi di pemerintahan.

Ajakan itu disampaikan Jokowi saat mengundang para petinggi PKS ke Istana Bogor. Muzammil menyebut PKS diundang dua kali oleh Jokowi untuk membahas perkembangan politik, terutama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Dua kali (pertemuan) dengan Ketua Majelis Syuro diundang ke Bogor, Habib Salim Segaf Aljufri, kira-kira yang pertama di akhir 2017 dan yang kedua di awal 2018,” ujar Al Muzammil dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/4/2018).

Kesediaan PKS yang diwakili Ketua Dewan Syuro Salim Segaf Aljufri menghadiri undangan Jokowi ini, menurutnya, adalah upaya PKS membuka komunikasi politik pada partai manapun. Al Muzzammil meyakini hal itu pula yang dilakukan Jokowi dengan mengundang PKS ke Istana Bogor dalam rangka membuka komunikasi politik pada partai manapun.

“Partai berdialog dengan siapapun hal yang biasa,” katanya.

Menurutnya, saat ditawari untuk bergabung dalam partai koalisi, PKS lalu menekankan bahwa partainya selama ini sudah terlanjur membangun komunikasi dengan Gerindra. Muzammil menganggap komunikasi politik antara PKS dengan Jokowi sebagai hal yang biasa.

“Pembicaraan soal koalisi dan Pilpres, PKS menyatakan prioritas dengan Gerindra karena sudah berdialog jauh dengan beberapa kesepakatan. Tapi antara PKS dan Gerindra juga tetap membuka dialog juga dengan siapapun,” katanya.

Namun bila nanti ada proses k dua dan ketiga ketika PKS tidak bersama Gerindra, itu juga hal biasa menurut dia. Karena politik itu sangat dinamis. Tapi PKS memandang demokrasi Indonesia akan tidak sehat kalau semua ke koalisi Jokowi. Sehingga ia optimis PKS tetap bersama Partai Gerindra.

“Sementara Gerindra tidak bisa sendiri, dan partai lain belum bersikap. Maka PKS bersikap jelas pilpres mendatang kita tidak ingin melawan kotak kosong (hanya satu calon),” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.