Senin, 27 Juni 22

Subsidi BBM Dialihkan, Kemendikbud Targetkan 13,5 Juta Siswa Dapat BSM

Subsidi BBM Dialihkan, Kemendikbud Targetkan 13,5 Juta Siswa Dapat BSM

M.Nuh

Rapiudin
Jakarta-  Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak  (BBM) pada Juni 2013 mendatang. Kenaikan tersebut berarti mengurangi anggaran subsidi yang selama ini digelontorkan pemerintah untuk BBM.  Anggaran subsidi yang selama ini digunakan untuk BBM akan dialihkan pemerintah untuk menyasar rakyat miskin melalui bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) dan pembangunan infrastruktur.

Salah satu sasaran BLSM adalah keluarga miskin dengan berbagai bantuan, termasuk pemberian beasiswa. Bantuan Siswa Miskin (BSM) pun akan dinaikkan unit cost dan jumlah penerimanya mulai tahu ajaran 2013/2014 mendatang.

Untuk sektor pendidikan sendiri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebenarnya telah merencanakan kenaikan anggaran bantuan dan beasiswa untuk siswa miskin. Pada jenjang pendidikan tinggi, beasiswa Bidikmisi dan terbitnya Permendikbud yang mengatur biaya kuliah tunggal dan uang kuliah tunggal merupakan komitmen Kemdikbud dalam melindungi mahasiswa dari keluarga miskin.

“Permendikbud tersebut memastikan perguruan tinggi negeri tidak mematok uang kuliah, jadi sudah kita tetapkan harga eceran tertingginya,” ujar Mendikbud Muhammad Nuh saat berada di Pondok Pesantren Alfalah Songgom, Brebes, Kamis (6/6), seperti dilansir laman kemdiknas.go.id.

Sementara itu, Wakil Mendikbud Musliar Kasim menyebut,  pada 2012 sasaran BSM sebanyak 3,9 juta siswa. Tahun ini, dengan dialihkannya subsidi BBM, ditargetkan 13,5 juta siswa tidak mampu di bidang ekonomi akan memperoleh BSM.

Guru besar bidang pertanian Universitas Andalas (Unand) ini menambahkan,  tingkat kemiskinan di Indonesia adalah 11,6 persen, maka jika 13,5 juta anak diberi BSM dengan demikian 25 persen masyarakat dengan ekonomi terbawah telah terbantu.

“Tidak hanya siswa miskin, siswa yang kurang miskin itupun akan dapat bantuan. Jadi subsidi ini digunakan untuk kepentingan pendidikan,” tuturnya saat membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD/MI 2013 di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Musliar menambahkan, agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran,  monitoring penyaluran bantuan-bantuan tersebut dilakukan oleh seluruh kementerian. Pemerintah akan menyediakan SMS gateway bagi masyarakat untuk melaporkan jika ada penyaluran yang tidak tepat sasaran, atau justru menginformasikan kepada pemerintah jika ada siswa miskin yang belum mendapat BSM.

Musliar juga mengajak kepala sekolah atau guru-guru untuk berperan aktif mendaftarkan siswa yang tidak mampu di sekolahnya agar mendapat BSM. Pesan tersebut juga disampaikan kepada peserta OSN SD/MI 2013 ini.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.