Jumat, 6 Desember 19

Suara Golkar Tinggal 4%, Ridwan Hisjam: Butuh Kerja Keras

Suara Golkar Tinggal 4%, Ridwan Hisjam: Butuh Kerja Keras
* Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengikuti kegiatan Seminar Nasional dengan tema Urgensi Menumbuhkan Mental Anti Korupsi yang diselenggarakan di Hall K.H. Abdurrahman Wahid, Universitas Islam Malang, Selasa (16/10/2018).

Malang, Obsessionnews.com – Suara Partai Golkar di Jawa Timur semakin mengkhawatirkan. Saat ini suara Golkar di Jatim tinggal 4%, jauh berbeda keadaannya dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu butuh kerja keras bagi seluruh kader Golkar khususnya di Jatim untuk mengembalikan keadaan.

“Suara Golkar di Jatim tinggal 4%. Ini bukan persoalan sederhana jika tidak dipikiran secara serius. Butuh kerja keras dari seluruh kader Golkar di Jatim untuk mengembalikan kejayaan Golkar,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam di Malang, Selasa (16/10/2018).

Tentu, kata dia, banyak faktor yang menyebabkan suara Golkar turun drastis. Salah satunya adalah persoalan korupsi yang terus menjerat kader-kader Partai Golkar. Korupsi dianggap sebagai musuh bersama yang harus dilawan dengan menumbuhkan mental anti korupsi di kalangan kader Partai Golkar.

“Intinya adalah praktik korupsi merusak dan akan mengganggu untuk mewujudkan tugas konstitusional, sehingga harus kita berantas,” terang Ridwan.

Dalam rangka mengembalikan citra Golkar, Ridwan terus-menerus melakukan kunjungan ke kampus-kampus dan masyarakat guna menyuarakan penting membangun mental anti korupsi di masyarakat. Seperti mengikuti kegiatan Seminar Nasional dengan tema Urgensi Menumbuhkan Mental Anti Korupsi yang diselenggarakan di Hall K.H. Abdurrahman Wahid, Universitas Islam Malang, Selasa (16/10).

Menurut Ridwan, pendidikan anti korupsi selain diwujudkan dalam di sekolah-sekolah atau kampus-kampus. Namun juga harus disertai dengan sikap keteladanan dari pejabat publik.

“Selain pendidikan, diperlukan juga ketauladanan dari pejabat publik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, baik pada tatanan birokrasi maupun lingkungan sosial secara umum,” lanjutnya.

Untuk itu, lanjutnya, pendidikan dan keteladanan perlu disempurnakan dengan pemberian apresiasi dan penghargaan kepada warga masyarakat atau pejabat publik, agar menjadi virus bagi seluuh warga negara untuk mewujudkan mental anti korupsi.

“Selain itu keluarga dan lingkungan tempat tinggal harus mampu mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi pembinaan antikorupsi sebagai benteng bagi mereka untuk tidak melakukan perbuatan korupsi,” jelas anggota dewan yang juga ikut dalam Pileg 2019 dari Partai Golkar ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.