Jumat, 2 Desember 22

Studi Mengatakan Golongan Darah A Lebih Rentan Terkena Corona

Studi Mengatakan Golongan Darah A Lebih Rentan Terkena Corona
* Ilustrasi golongan darah. (Foto: Cermati)

Jakarta, Obsessionnews.com – Peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan dari Zhongnan Hospital, Wuhan, China, telah mengambil sampel darah dari lebih 2 ribu pasien positif COVID-19 di Wuhan dan Shenzhen, China. Mereka membandingkan darah pasien terjangkit dengan warga yang berada dalam kondisi sehat.

Hasilnya orang dengan golongan darah A disebut lebih rentan terhadap infeksi virus corona. Sementara mereka pemilik golongan darah O disebut lebih resisten terhadap virus penyebab corona. Mereka menemukan bahwa pasien golongan darah A menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi. Mereka juga cenderung mengalami gejala yang lebih parah.

“Orang-orang dengan golongan darah A mungkin perlu secara khusus memperkuat perlindungan pribadi seperti menjaga daya tahan tubuh untuk mengurangi risiko infeksi,” tulis Wang Xinghuan seperti dilansir South China Morning Post, Rabu (18/3/2020)

Pasien dengan golongan darah A juga perlu menerima pengawasan yang lebih ketat dan perawatan yang lebih intensif. Sebaliknya, orang dengan golongan darah O memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah untuk penyakit menular dibandingkan pemilik golongan darah non-O.

Sayang, penelitian ini tak berhasil mengungkap hubungan antara golongan darah dan risiko COVID-19.

Para peneliti mengatakan bahwa studi ini merupakan awal dari lebih banyak penelitian yang diperlukan. Mereka mengimbau pemerintah dan tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan perbedaan golongan darah saat merencanakan langkah-langkah mitigasi atau merawat pasien COVID-19.

Mengomentari hal tersebut, Gao Yingdai, peneliti dari State Key Laboratory of Experimental Haematology mengkritisi sampel penelitian yang terlalu terbatas.

Gao mengatakan, penelitian dapat dilakukan lagi dengan meningkatkan jumlah sampel yang lebih besar. Apalagi jika mengingat hingga saat ini telah lebih dari 180 ribu orang di dunia terinfeksi virus corona.

Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah tak adanya penjelasan yang komprehensif mengenai penemuan tersebut. “Seperti misalnya interaksi molekuler antara virus dan berbagai jenis sel darah merah,” ujar Gao.

Golongan darah sendiri ditentukan oleh antigen, senyawa pada permukaan sel darah merah yang dapat memicu respon imun. Ahli biologi Austria, Karl Landstiner menemukan golongan darah utama pada 1901 silam dan menamakannya A, B, AB, dan O. Golongan darah bervariasi dalam suatu populasi.

Alih-alih menelan mentah-mentah penelitian ini, Gao menyarankan masyarakat untuk tidak menanggapi serius hasil penelitian tersebut.

“Jika Anda pemilik golongan darah A, tidak perlu panik. Jika Anda pemilik golongan darah O, bukan berarti Anda benar-benar aman dan tidak memperhatikan pedoman yang berlaku,” ujar Gao. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.